ADVERTISEMENT

Rabu, 10 Nov 2021 09:45 WIB

Diplopia, Kerusakan Saraf Mata yang Bikin Marc Marquez Absen di GP Valencia

Akbar Malik - detikHealth
MISANO ADRIATICO, ITALY - OCTOBER 23: Marc Marquez of Spain and Repsol Honda Team looks on in box during the MotoGP of Emilia Romagna - Qualifying at Misano World Circuit on October 23, 2021 in Misano Adriatico, Italy. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Pebalap MotoGP Marc Marquez harus absen di seri akhir MotoGP. Marquez mengalami diplopia, sebuah cedera pada saraf mata. Saking mengkhawatirkannya diplopia, Marquez harus menelan kenyataan pahit tidak bisa mengikuti seri terakhir yakni GP Valencia.

Sebenarnya, bagaimana diplopia bisa menyerang saraf mata? Dikutip dari WebMD, berikut empat informasi penting mengenai diplopia:

1. Apa itu diplopia?

Diplopia adalah gangguan saraf mata yang membuat mata bisa melihat dua gambar dari objek yang sama. Dengan kata lain, diplopia biasa disebut penglihatan ganda.

Diplopia bisa terjadi pada salah satu mata atau keduanya. Tentu, jika diplopia menyerang kedua bola mata, itu akan lebih berbahaya.

2. Penyebab diplopia

Pada diplopia monokuler atau hanya salah satu mata yang mengalami penglihatan ganda, penyebabnya ada tiga, antara lain kerusakan kornea, lensa, atau yang paling umum adalah katarak. Selain itu, diplopia juga bisa disebabkan oleh bekas luka dari benturan.

Sementara diplopia binokuler atau kedua mata yang merasakan penglihatan ganda, disebabkan oleh kerusakan pada otot mata, saraf, hingga gangguan otak. Ketika saraf yang terganggu, contohnya penyakit diabetes, hal itu dapat menyebabkan kerusakan saraf pada otot yang menggerakan mata. Hal tersebut bisa mengakibatkan penglihatan ganda.

Pada kerusakan otak seperti dalam penyakit stroke, tumor, hingga tekanan dari cedera atau infeksi, itu semua merupakan penyebab yang banyak menjadi alasan penglihatan ganda terjadi.

3. Gejala diplopia

Jika kita mengalami penglihatan ganda, gejala yang bisa terjadi antara lain:

  • mata juling
  • mual
  • sakit saat menggerakkan mata
  • sakit kepala
  • kelopak mata turun.

4. Cara mendiagnosis diplopia

Diplopia yang baru diderita seseorang atau tanpa penyebab yang jelas bisa menjadi diplopia yang serius. Cara mendeteksi diplopia adalah dengan memeriksakan diri ke dokter.

Dokter bisa jadi menggunakan lebih dari satu tes untuk mencari tahu penyebab diplopia. Proses pemeriksaan itu bisa melalu tes darah, pemeriksaan fisik, atau tes pencitraan seperti pemeriksaan CT dan MRI (magnetic resonance imaging).



Simak Video "'Flu Perut', Penyakit yang Tak Ada Hubungannya dengan Virus Influenza"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT