Rabu, 10 Nov 2021 12:04 WIB

Mengenal Priapisme, Penyebab 300-an Pria Inggris Ereksi Berjam-jam dan Masuk RS

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ilustrasi ereksi Foto: iStock
Jakarta -

Heboh laporan National Health Security (NHS) soal kasus priapisme yang meningkat di Inggris selama 10 tahun terakhir. Per 2020, ada 326 pria yang mengidap priapisme, penyebabnya adalah konsumi obat-obatan seperti viagra.

Dikutip dari Mayo Clinic, priapisme adalah ereksi penis yang berkepanjangan, bisa berlangsung selama berjam-jam. Ereksi yang terjadi juga tidak disebabkan oleh rangsangan seksual.

Priapisme lebih sering terjadi pada pria berusia 30 tahun ke atas. Namun, bisa juga terjadi pada usia anak yang memiliki penyakit sel sabit.

Penyebab

Priapisme terjadi ketika beberapa bagian dari sistem darah, pembuluh darah, otot polos atau saraf, mengubah aliran darah normal, sehingga ereksi terus berlanjut dalam jangka waktu yang panjang. Penyebab priapisme seringkali tidak dapat dipastikan, tetapi beberapa kondisi yang menjadi pemicunya meliputi:

Gangguan darah

Penyakit yang berhubungan dengan gangguan pada darah bisa menyebabkan priapisme, misalnya priapisme jenis iskemik, ketika darah tidak dapat mengalir keluar dari penis. Gangguan ini meliputi:

  • Penyakit sel sabit
  • Leukemia
  • Penyakit darah lainnya (diskrasia hematologi), seperti talasemia dan multiple myeloma.

Faktor lainnya adalah:

  • Gigitan laba-laba, sengatan kalajengking, atau infeksi beracun lainnya
  • Gangguan metabolisme termasuk asam urat atau amiloidosis
  • Gangguan neurogenik, seperti cedera tulang belakang atau sifilis
  • Kanker di sekitar penis

Gejala

Gejala priapisme bervariasi tergantung pada jenis priapisme. Dua jenis utama priapisme adalah priapisme iskemik dan priapisme noniskemik.

Gejala priapismus iskemik

  • Ereksi yang berlangsung lebih dari empat jam atau tidak terkait dengan minat atau rangsangan seksual
  • Batang penis kaku, tetapi ujung penis (kelenjar) lunak
  • Nyeri penis yang semakin memburuk.

Gejala priapisme non-iskemik

  • Ereksi yang berlangsung lebih dari empat jam atau tidak terkait rangsangan seksual
  • Batang penis tegak tetapi tidak sepenuhnya kaku
  • Biasanya tidak menyakitkan

Kapan harus ke dokter?

Jika kamu mengalami ereksi lebih dari empat jam, segera cari perawatan darurat. Dokter di IGD akan menentukan apakah keluhan priapisme termasuk iskemik atau non iskemik.

Saat ereksi terus berulang, persisten, menyakitkan yang sembuh dengan sendirinya, segera konsultasi dengan dokter untuk perawatan lebih lanjut.



Simak Video "Bagaimana Cara Mencegah Digital Amnesia?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)