Jumat, 12 Nov 2021 12:29 WIB

Siap-siap! Kemenkes Target Obat Tradisional Jadi Produk Farmasi Utama di RI

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi Obat Herbal Foto: shutterstock
Jakarta -

Kementerian Kesehatan mengatakan pengembangan fitofarmaka menjadi salah satu fokus pemerintah mengatasi impor obat karena bahan baku alaminya banyak tersedia di Indonesia.

Fitofarmaka merupakan obat tradisional dari bahan alami yang pembuatannya terstandarkan dan memenuhi kriteria ilmiah. Keamanan dan khasiat fitofarmaka dibuktikan secara ilmiah melalui uji praklinik dan uji klinik, bahan baku dan produknya telah distandarisasi.

"Ini akan menjamin keamanan kita dalam melakukan transformasi kesehatan di masa depan," kata Wakil Menteri Kesehatan RI dr Dante Saksono Harbuwono pada Forum Nasional Kemandirian Farmasi dan Alat Kesehatan, dikutip dari Sehat Negeriku, Jumat (12/11/2021).

Ada beberapa fitofarmaka yang sudah diproduksi di Indonesia antara lain immunomodulator, yakni obat yang dapat memodifikasi respons imun, menstimulasi mekanisme pertahanan alamiah dan adaptif, dan dapat berfungsi baik sebagai imunosupresan maupun imunostimulan.

Selain itu ada juga obat tukak lambung, antidiabetes, antihipertensi, obat untuk melancarkan sirkulasi darah, dan obat untuk meningkatkan kadar albumin. Wamenkes Dante mengungkapkan ada beberapa obat kimiawi yang dasarnya adalah fitofarmaka, seperti obat diabetes metformin.

"Metformin dulunya adalah obat yang berasal dari daun yang kemudian diproduksi sebagai fitofarmaka di Prancis. 50 tahun kita pakai Metformin dan ternyata obat tersebut sudah bisa diekstrak unsur kimiawinya secara spesifik," jelas Wamenkes Dante.

Fitofarmaka juga direncanakan bisa masuk ke dalam formularium nasional JKN. Obat-obatan tradisional ini bisa dijadikan sebagai upaya pengobatan promotif dan preventif.

Pengembangan fitofarmaka juga bisa mengantisipasi terjadinya supply shock seperti yang sempat dialami industri farmasi di awal pandemi COVID-19. Hal ini disampaikan oleh Direktur Pengembangan dan Saintifik Dexa Group dr Raymond Tjandrawinata dalam kesempatan yang sama.

"Untuk membangun kemandirian ini tidak bisa ditawar lagi. Urgensi ini bisa dibangun bersama. Sebagian produk ini (fitofarmaka) juga telah diekspor ke mancanegara dan diresepkan para dokter," bebernya.



Simak Video "Bahaya 'Efedrin' yang Kini Marak Ditemukan di Obat Tradisional Ilegal"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)