COVID-19 Ngamuk Terus, Deretan Negara Ini Bersiap Lockdown Lagi!

ADVERTISEMENT

COVID-19 Ngamuk Terus, Deretan Negara Ini Bersiap Lockdown Lagi!

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Jumat, 12 Nov 2021 18:02 WIB
Langkah lockdown untuk memerangi penyebaran virus corona telah diterapkan di sejumlah negara. Indonesia rencananya akan menerapkan sistem lockdown seperti Belanda.
Foto: AP/Peter Dejong
Jakarta -

Akhir-akhir ini sejumlah negara kembali melaporkan kenaikan kasus hingga rencana untuk kembali menerapkan kebijakan lockdown di negara tersebut. Dalam waktu berdekatan, beberapa negara di Eropa hingga sebagian negara bagian Amerika Serikat melaporkan kenaikan kasus harian COVID-19.

Sementara di Asia, China menjadi negara selanjutnya yang akan kembali menerapkan lockdown setelah mencatat penambahan kasus harian.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut deretan negara-negara yang kembali melaporkan lonjakan kasus COVID-19.

1. Jerman

Dikutip dari Evening Standard, setelah sempat berhasil menangani pandemi dan menuai pujian atas keberhasilannya tersebut, Jerman kini diterjang gelombang keempat COVID-19. Jerman melaporkan jumlah kasus COVID-19 baru tertinggi kedua, pada Jumat (12/11/2021) di tengah kekhawatiran kembali menerapkan lockdown di banyak wilayah. Terlebih jika vaksinasi tidak dipercepat.

Institut Robert Koch mencatat 48.640 infeksi COVID-19 di Jerman dan 191 orang meninggal karena Corona.

Corona harian Jerman di hari sebelumnya melonjak, menembus rekor 50.196 kasus per hari. Hingg kini, totalnya hampir 5 juta orang di Jerman terinfeksi COVID-19, insiden kasus selama sepekan terakhir ikut melonjak menjadi 263,7 per 100.000 penduduk.

2. Prancis

Meski belum ada rencana lockdown, negara di Eropa selanjutnya yang juga melaporkan kenaikan kasus COVID-19 adalah Prancis. Corona varian Delta menjadi penyumbang terbesar kenaikan kasus. Bahkan, pada Rabu (10/11/2021), Menteri Kesehatan Prancis, Olivier Veran, mengatakan Prancis berada di awal gelombang kelima pandemi.

Per Kamis (11/11/2021) Prancis melaporkan 12.603 kasus Corona, dengan penambahan kasus meninggal sebanyak 17 orang.

3. Belanda

Pada Kamis (11/11/2021), Belanda kembali mencatat kenaikan kasus sebanyak 16.287 orang dengan 26 kematian. Akibat kenaikan ini, pemerintah Belanda berencana kembali memberlakukan lockdown parsial pertama di negara itu.

Dikutip Reuters, diperkirakan lonjakan kasus di Belanda dimulai saat aturan jarak sosial dicabut pada akhir September. Tak lama setelah pencabutan tersebut, terjadi penambahan kasus hingga dua kali lipat.

4. China

Sementara di Asia, Otoritas wilayah bagian utara China menjadi negara selanjutnya yang akan kembali melakukan lockdown menyusul lonjakan kasus Covid-19 di negeri tirai bambu itu. China mencatat penambahan kasus harian positif lebih dari 100 kasus di 11 provinsi. Beberapa provinsi tersebut, di antaranya Mongolia dalam, Gansu, Ningxia, Guizhou, dan Beijing.

5. Negara bagian Amerika Serikat

Sejumlah negara bagian di Amerika Serikat, di antaranya Michigan, Vermont, New Mexico, dan Colorado juga mengalami lonjakan kasus COVID-19.

Vermont membatalkan pertemuan skala besar setelah mengalami lonjakan kasus COVID 19 terkait pesta Halloween. Sementara rumah sakit di New Mexico dan Colorado sudah mulai kewalahan karena banyaknya pasien COVID-19 yang terus bertambah.

Satu rumah sakit di Michigan melaporkan bahwa pihaknya tengah mengobati hampir 400 pasien COVID-19. Rumah sakit New Mexico juga mengalami imbas lonjakan kasus setelah melaporkan kehabisan ranjang tidur untuk ruang perawatan ICU.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT