Sabtu, 13 Nov 2021 08:39 WIB

Ratusan Narapidana dan Staf Penjara di Singapura Positif COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi Napi Transgender di Penjara Pria Foto: Getty Images/iStock
Jakarta -

Ratusan orang di fasilitas penjara di Singapura, termasuk narapidana dan staf, positif COVID-19. Hal ini dilaporkan oleh Layanan Penjara Singapura (SPS) pada Kamis (11/11/2021).

Pihak SPS mengatakan pada Rabu (10/11/2021), lalu ada sebanyak 200 orang yang dipastikan positif COVID-19. Jumlah ini terdiri dari 169 narapidana, 54 pengawas, dan 9 staf.

Ini baru diketahui setelah salah satu narapidana pengedar narkoba dari Malaysia, Nagaenthran Dharmalingam, diberikan penundaan eksekusi pada Selasa (9/11/2021), usai hasil tesnya positif COVID-19.

"Tidak ada anggota staf atau narapidana yang saat ini dirawat di rumah sakit karena COVID-19. Namun, tiga orang supervisi kini berada di rumah sakit karena gejala yang dialami, tetapi kondisi mereka saat ini stabil," kata pihak SPS yang dikutip dari Channel News Asia, Jumat (12/11/2021).

Dari 169 narapidana tersebut, 116 di antaranya dinyatakan positif pada 6-10 November 2021. Sementara lainnya merupakan narapidana baru yang terinfeksi COVID-19 sebelum masuk ke penjara. Mereka mengeluhkan sakit dan gejala selama di penjara.

Akibatnya, kunjungan tatap muka dengan para narapidana, termasuk yang terpidana mati sementara ditangguhkan. Kunjungan dialihkan dengan menghubungi lewat telepon untuk menurunkan risiko penularan COVID-19.

"SPS berkomitmen untuk memastikan tahanan kami aman dan terlindungi, serta memenuhi kebutuhan rehabilitasi mereka," ujar pihak SPS.

Pihak SPS juga mengungkapkan 99,5 persen staf SPS dan 90 persen narapidana yang memenuhi syarat telah mendapatkan vaksinasi lengkap hingga Minggu (7/11/2021).



Simak Video "Status Penularan Covid-19 di Singapura Jadi 'Unknown'"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)