Sabtu, 13 Nov 2021 10:14 WIB

Mulai 2022, AstraZeneca Akhirnya Ambil Untung dari Vaksin COVID-19

Firdaus Anwar - detikHealth
Pedagang pasar Sleman mengikuti vaksinasi di GOR Pangukan, Sleman, Yogyakarta, Rabu (9/6/2021). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman menargetkan sebanyak 11.000 pedagang pasar tradisional divaksin hingga akhir Juni ini. Pelaksanaan vaksinasi Covid-19  AstraZeneca bagi pedagang pasar di Sleman dimulai 9 Juni 2021. Foto ilustrasi: PIUS ERLANGGA
Jakarta -

Vaksin COVID-19 Oxford-AstraZeneca awalnya dikembangkan tanpa memperhitungkan faktor keuntungan penjualan. Karena alasan ini vaksin kemudian dapat diakses oleh berbagai negara dan menjadi yang paling banyak digunakan di dunia.

Namun demikian setelah muncul laporan kerugian, AstraZeneca belakangan memutuskan untuk mulai mengambil keuntungan dari vaksin COVID-19. Salah satu pejabat tinggi AstraZeneca, Pascal Soriot, menjelaskan keputusan ini berdasarkan kedaruratan pandemi yang perlahan sudah menjadi endemi.

Pascal lebih jauh mengatakan vaksin AstraZeneca nantinya tetap akan diberikan gratis untuk negara berpenghasilan menengah ke bawah.

"Virus ini menjadi endemi yang artinya kita harus belajar hidup berdampingan dengannya," kata Pascal seperti dikutip dari BBC, Sabtu (13/11/2021).

"Kita memulai vaksin ini untuk menolong. Tapi kita juga sudah bilang perlahan akan berubah mengambil keuntungan dari vaksin," lanjutnya.

AstraZeneca dikabarkan akan mulai mengambil keuntungan sekitar Rp 71.000 dari biaya dasar pembuatan vaksin Corona mulai tahun 2022.

Tonton juga Video: Ganjar Pranowo Tanggapi soal 4 Ribu Vaksin di Kudus Kedaluwarsa

[Gambas:Video 20detik]




(fds/fds)