Minggu, 14 Nov 2021 16:15 WIB

Menkes Sebut Varian Delta AY.23 di Singapura Asalnya dari Indonesia

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mewaspadai risiko masuknya varian baru Corona dan turunan mutasi Corona Delta. Disebutnya, varian Delta yang semula diimpor dari India yaitu B16172 sudah melahirkan anak hingga cucu di Tanah Air sebanyak 25 subvarian.

Satu mutasi Corona Delta yang paling dominan di Indonesia adalah AY.23, kasusnya tercatat lebih dari 3 ribu. Menkes memastikan varian Delta yang juga menyebar di Singapura berasal dari Indonesia.

"Kita juga memonitor bukan hanya varian-varian baru dari luar, kita lihat bahwa di Indonesia sendiri varian Delta sudah bermutasi menjadi 25, jadi ini submutasi atau sublineage dari varian Delta," sebut Menkes dalam webinar kesehatan nasional PKSTV, Sabtu (13/11/2021).

"Jadi varian delta B16172 dia sudah bermutasi menjadi 25 anaknya dan cucunya, yang paling banyak di indonesia adalah AY.23 dan AY.24. Sebagai contoh misalnya di Singapura itu AY.23 pasti dari Indonesia asalnya," kata dia.

Menkes menjelaskan Singapura banyak mengidentifikasi kasus varian Delta AY.23. Bahkan, mutasi tersebut termasuk salah satusubvarian yang dominan ditemukan di Singapura.

"Varian Delta B16172 masuk ke Indonesia, kemudian dia bermutasi dan itu menjadi AY.23 dan itu menjadi sublineage, varian yang sangat dominan di Indonesia, menyebar ke luar, salah satunya Singapura," bebernya.

"Karena Singapura paling besar adalah AY.23 yaitu merupakan varian baru dari varian Delta," lanjut Menkes.

Di sisi lain, Menkes mengingatkan potensi bahaya subvarian Delta AY.4.2 yang belakangan menjadi kekhawatiran pemicu lonjakan kasus, karena ditemui di Inggris. Corona di Inggris kembali melonjak usai mengidentifikasi subvarian AY.4.2.

"Jadi Inggris tuh naik gara-gara varian Delta, kemudian begitu dia naik gegara Delta ternyata kita lihat Delta-nya juga sudah bermutasi. Terjadi mutasi juga dari Delta yang namanya AY.4.2 yang disebut Pak Luhut Delta plus dan ini juga cukup mengkhawatirkan, varian yang tadi, kasus varian Delta-nya juga bermutasi dan Inggris ini menyebabkan kenaikan tinggi," pungkasnya.

(naf/up)