Senin, 15 Nov 2021 08:30 WIB

COVID-19 Belum Kelar, Ilmuwan China Ramalkan Pandemi Baru Akan Muncul Lagi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
China telah membuka lockdown karena tidak ada kasus virus corona yang baru di negaranya. 
Sejumlah pasar di Wuhan pun kembali beroperasi. Pasar basah di China. (Foto: AP/Olivia Zhang)
Jakarta -

Para peneliti di China telah menemukan sebanyak 18 virus yang 'berisiko tinggi' memicu pandemi berikutnya seperti COVID-19. Virus ini ditemukan bersembunyi di pasar basah di China.

Pasar basah di Wuhan tempat menjual mamalia, reptil, dan ikan hidup sebelumnya juga dikaitkan dengan kemunculan wabah COVID-19 pada akhir 2019 lalu. Menurut ilmuwan Inggris Dr Eddie Holmes, para ahli di China telah menyoroti risiko virus berpindah dari hewan ke manusia lima tahun sebelum pademi terjadi, setelah mengunjungi pasar makanan laut Huanan.

Dan kini, para ahli telah memperingatkan bahwa spesies satwa liat yang dijual dan dikonsumsi di pasar basah China bisa menjadi sumber 'pandemi berikutnya' yang menunggu untuk menyebar lagi.

Dalam sebuah studi baru yang dipublikasikan pada 12 November 2021 lalu, para ahli telah mengidentifikasi adanya 71 virus mamalia. Dari jumlah tersebut, 18 virus di antaranya berisiko tinggi berbahaya bagi manusia dan hewan lainnya.

Menurut peneliti, yang paling mengkhawatirkan adalah mikroba yang ditemukan pada musang. Hewan nokturnal kecil yang mirip dengan musang itu merupakan spesies hewan yang membawa virus Corona SARS dari kelelawar ke manusia di China pada 2002 lalu.

Namun, untuk sementara ini penelitian belum menemukan adanya virus yang menyerupai SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Mereka menemukan bahwa strain yang dibawa kelelawar bisa menginfeksi orang lain yang menyebabkan wabah berbahaya.

Pandemi selanjutnya menunggu untuk terjadi

"Studi ini menyoroti dengan tepat mengapa perdagangan satwa liar dan pasar hewan hidup bisa jadi sumber pandemi selanjutnya yang menunggu untuk terjadi," kata rekan penulis studi Edward Holmes, seorang ahli biologi evolusi di University of Sydney yang dikutip dari The Sun, Senin (15/11/2021).

"Makalah penelitian ini juga menunjukkan bahwa manusia secara teratur menularkan virus dari mereka ke hewan lain. Jelas ada jalur penularan virus dua arah," lanjutnya.

Para ilmuwan juga mengidentifikasi jalur penularan spesies virus dari hewan yang paling mengkhawatirkan adalah penularan virus Corona dari kelelawar ke musang. Menurut Profesor Holmes, spesies virus yang melompat dari musang ke manusia akan lebih mudah memicu wabah yang besar.

"Spesies lebih lanjut yang melompat dari musang ke manusia dapat dengan mudah memulai wabah besar. Hewan yang dijual sebagai hewan buruan di pasar hewan hidup membawa berbagai virus patogen," jelas Prof Holmes.

"Virus yang tepat pada hewan yang tepat pada waktu yang tepat dapat dengan mudah memicu pandemi global," imbuhnya.



Simak Video "WHO Optimistis Pandemi Covid-19 Berakhir Tahun 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)