Senin, 15 Nov 2021 15:00 WIB

Kasus Ambyar Lagi, China Disebut Hadapi Wabah COVID-19 Delta Terparah

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Otoritas di China membatalkan ratusan penerbangan, menutup sekolah dan meningkatkan pengujian massal, untuk mengendalikan wabah baru COVID-19 yang berkaitan dengan sekelompok wisatawan. China tengah hadapi wabah COVID-19 varian Delta terparah. (Foto: Getty Images/Kevin Frayer)
Jakarta -

China kini tengah menghadapi serangan COVID-19 varian Delta terparah sejak awal pandemi. Peningkatan kasus kembali dilaporkan di wilayah timur laut China, yang meningkat lebih cepat dibandingkan wilayah lainnya dalam sepekan terakhir.

Dikutip dari Reuters, menurut data resmi pemerintah China selama 17 Oktober hingga 14 November, terjadi kenaikan sebanyak 1.308 kasus COVID-19 lokal. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang hanya mencapai 1.280 kasus.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penyebaran varian Delta di China kini tengah meluas hingga ke 21 provinsi dan kota. Untuk itu, otoritas setempat langsung meningkatkan pengawasan dan berbagai aturan pembatasan untuk meredam penyebaran COVID-19.

Selain itu, beberapa cara lainnya juga mulai dilakukan. Misalnya seperti pelacakan kontak secara akurat, pengujian massal pada orang-orang yang berada di kawasan zona merah, memberlakukan lockdown parsial, hingga penutupan tempat hiburan.

Penyebaran varian terbanyak di Dalian

Salah satu kota di China yaitu Dalian masih terus berjuang untuk mengendalikan kasus COVID-19. Komisi Kesehatan Nasional China pun masih melakukan lockdown untuk menangani penyebaran varian Delta di wilayah tersebut.

Berdasarkan data dari Reuters, kasus COVID-19 di Dalian jauh lebih banyak dibandingkan wilayah lain di China. Sejak COVID-19 melanda pertama kalinya, kota ini mencatat kasus COVID-19 rata-rata sekitar 24 kasus lokal baru setiap hari.

Beberapa kota di sekitar Dalian, seperti Dandong, Anshan, dan Shenyang pun telah menerapkan peraturan untuk mencegah penyebaran Corona. Wilayah-wilayah tersebut menerapkan aturan bahwa orang-orang yang datang dari Dalian, wajib dikarantina di fasilitas terpusat selama 14 hari. Ini dilakukan sebelum mereka bisa berkeliling di kota tersebut.



Simak Video "China Terus Lanjutkan 'Strategi Nol Kasus' Lawan Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)