Selasa, 16 Nov 2021 05:26 WIB

Round Up

COVID-19 RI Naik Lagi di 126 Wilayah, Anak-anak Kapan Divaksin Pak Menkes?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Guru memberikan materi pelajaran saat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di kawasan SDN 13 Pagi Sunter Agung, Jakarta Utara, Rabu (8/9). COVID-19 di 126 wilayah terpantau naik lagi (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap ada beberapa kabupaten-kota di Indonesia yang mengalami peningkatan kasus COVID-19. Sebagian di antaranya terjadi di sekolah.

"Minggu lalu berdasarkan observasi di kementerian kesehatan ada 126 kabupaten-kota yang naik beberapa di antaranya ada juga yang sudah 3 minggu berturut-turut naik," kata Menkes dalam konferensi pers perkembangan PPKM, Senin (15/11/2021).

"Sebagian besar kenaikannya memang disebabkan karena adanya kasus positif di sekolah dan takziah," jelasnya.

Karenanya, Menkes mengatakan bakal melakukan konsolidasi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim. Diharapkan pendidikan tatap muka dapat terus berlangsung, tetapi risiko penularan COVID-19 bisa ditekan.

Vaksin anak kapan mulai?

Soal vaksinasi COVID-19 pada anak, Menkes belum memastikan kapan akan dimulai. Namun yang pasti, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan emergency use of authorization (EUA) untuk penggunaan vaksin Sinovac pada usia 6-11 tahun.

Menkes mengatakan, prioritas pemberian vaksin COVID-19 saat ini masih memperhitungkan risiko dan kerentanan. Dibanding kelompok usia lainnya, anak-anak dinilai memiliki kerentanan yang lebih rendah.

"Jadi memang karena orang tua itu risiko fatalnya masih puluhan kali di atas anak-anak maka kami prioritaskan lansia dulu, begitu nanti udah selesai baru kita akan turun ke risiko yang fatalitasnya lebih rendah," pungkasnya.



Simak Video "Pfizer Uji Coba Vaksin untuk Anak 2-5 Tahun, Hasilnya Belum Berhasil"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)