ADVERTISEMENT

Selasa, 16 Nov 2021 08:45 WIB

Diteliti Para Ahli, Inikah Vaksin COVID-19 'Paling Manjur'?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Scientists are done research on vaccine in laboratory with test tubes on Covid19 Coronavirus type for discover vaccine. Studi baru ini mengungkap data vaksin Corona dengan tingkat keampuhan tertinggi. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/chayakorn lotongkum)
Jakarta -

Sebuah studi baru mengungkapkan data terkait efektivitas vaksin COVID-19. Dalam studi tersebut, sejumlah jenis vaksin diuji pada 196 responden di Mongolia dan dibandingkan untuk mengetahui mana yang memiliki tingkat keampuhan tertinggi.

Dalam studi ini, jenis vaksin yang diuji yaitu Sinopharm, Sputnik V, AstraZeneca, dan Pfizer. Hasilnya, vaksin Pfizer memiliki tingkat keampuhan tertinggi dibandingkan jenis vaksin lainnya.

"Konsentrasi antibodi "relatif rendah" dirangsang oleh vaksin Sinopharm dan Sputnik V, tingkat menengah untuk vaksin AstraZeneca, dan nilai tertinggi untuk vaksin Pfizer-BioNTech," tulis studi yang dirilis di Jurnal Cell Host and Microbe, dikutip dari Straits Times, Selasa (16/11/2021).

Para penulis studi yang berasal dari Universitas Stanford, Yayasan Onom, dan Pusat Nasional untuk Penyakit Zoonosis di Ulaanbaatar mengungkapkan vaksin Pfizer ini juga memiliki sebuah keunggulan.

Keunggulan tersebut yaitu cenderung memasukkan faktor-faktor, seperti jumlah bahan aktif dalam setiap dosis dan interval atau jarak antara pemberian suntikan pertama dan kedua.

Selain itu, dari hasil studi ini para peneliti juga menyarankan agar mereka yang menerima vaksin yang dengan tingkat keampuhan rendah untuk mendapat vaksin penguat atau booster. Ini bertujuan untuk memperkuat imunitas tubuh melawan COVID-19.

"Intervensi kesehatan masyarakat tambahan, seperti dosis vaksin booster, yang berpotensi dengan jenis vaksin yang lebih kuat, mungkin diperlukan untuk lebih mengendalikan pandemi COVID-19 di Mongolia dan di seluruh dunia," kata mereka.



Simak Video "Inggris Jadi Negara Pertama yang Setujui Vaksin Khusus Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT