ADVERTISEMENT

Selasa, 16 Nov 2021 12:04 WIB

Ari Lasso Botak, Ini 8 Efek Samping Kemoterapi yang Bisa Terjadi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jakarta -

Penyanyi Ari Lasso kembali membagikan perkembangan terbaru soal kesehatannya. Ia kini tengah menjalani kemoterapi untuk mengobati penyakit langka yang diidapnya.

Melalui akun Instagram miliknya, Ari mengungkapkan dirinya sudah menjalani kemoterapi. Ia juga mengatakan dirinya kini botak usai menjalani kemoterapi ketiganya ini.

"Memberanikan diri posting. Sudah chemo ke 3, sudah separuh jalan, bisa menjalani tentu karena penyertaan TUHAN dan doa serta support kalian smua," tulisnya.

"Saya sudah gundul sperti @ahmaddhaniofficial @mastercorbuzier @duniamanji, tapi saya yakin msh bisa tumbuh n gondrong lagi. Terimakasih doanya teman2 love u full !!! Tuhan membalas," lanjut Ari Lasso.

Sebelumnya, Ari Lasso diketahui mengidap kanker stadium 2 yang menyerang sebagian limpa-nya sehingga harus diangkat. Dokter pun menyebut kondisi kanker limfoma yang diidapnya langka, yaitu Diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL). Meski begitu, Ari mengatakan kanker yang diidapnya itu masih bisa disembuhkan, salah satunya dengan melakukan kemoterapi.

Kemoterapi merupakan salah satu metode pengobatan untuk membantu menghilangkan kanker. Namun, metode ini bisa menimbulkan efek samping yang mengganggu kekebalan tubuh dan memicu munculnya berbagai efek samping.

Berikut beberapa efek samping yang dapat muncul saat menjalani kemoterapi, dikutip dari Medical News Today:

1. Rambut rontok

Salah satu efek samping kemoterapi yang paling sering dialami adalah rambut yang rontok. Kemoterapi bisa merusak folikel rambut yang membuat rambut lebih rapuh dan mudah rontok.

2. Infeksi dan sistem kekebalan tubuh melemah

Kemoterapi bisa membunuh sel-sel kekebalan tubuh yang sehat, sehingga membuat seseorang lebih rentan terhadap berbagai macam infeksi. Biasanya infeksi ini bisa bertahan lebih lama dari biasanya.

3. Lebih mudah memar dan berdarah

Metode pengobatan ini juga menyebabkan seseorang mudah memar atau berdarah. Jika pendarahan terjadi lebih banyak dari biasanya, bisa sangat berbahaya.

4. Nyeri saraf (neuropati)

Menurut data ulasan tahun 2014, nyeri saraf atau neuropati ini seringkali lebih buruk pada orang yang tengah menggunakan obat-obatan kemoterapi tertentu. Ini sering terjadi pada bagian tangan dan kaki yang menyebabkan kesemutan, mati rasa, dan sensasi terbakar.

5. Sembelit dan diare

Kemoterapi ini juga dapat memicu timbulnya masalah pada pencernaan. Sebab, itu bisa merusak sel-sel yang membantu dalam sistem pencernaan.

6. Ruam

Metode pengobatan ini juga bisa mengubah sistem kekebalan tubuh hingga menyebabkan munculnya ruam atau perubahan kulit lainnya. Hal ini dipicu oleh obat-obatan yang digunakan saat kemoterapi. Ruam yang parah bisa menyebabkan rasa gatal yang hebat dan menyakitkan.

7. Luka mulut

Beberapa orang yang melakukan pengobatan ini bisa mengalami luka di mulut yang menyakitkan. Ini bisa terjadi 1-2 minggu usai menjalani kemoterapi. Rasa sakit dan tingkat keparahannya bervariasi, bahkan bisa menyebabkan luka berdarah serta infeksi.

8. Masalah pernapasan

Terkadang, kemoterapi bisa merusak paru-paru dan mempersulit pengambilan oksigen yang cukup. Masalah pernapasan ini juga bisa berkaitan dengan jenis kanker tertentu yang diidapnya.

(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT