Rabu, 17 Nov 2021 17:21 WIB

Kebijakan DKI Tutup Pajangan Rokok di Minimarket Dinilai Tak Efektif!

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Sejumlah minimarket di DKI Jakarta mulai menutupi pajangan produk rokok. Namun ada juga yang tetap membuka displaynya di tengah pro-kontra larangan memajang bungkus rokok. Pajangan rokok di minimarket di DKI sudah tidak ditutup lagi (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Memperingati hari kesehatan Nasional 2021, Koalisi Masyarakat Peduli Kesehatan (KOMPAK) melakukan aksi kreatif parade mural sekaligus medorong pemerintah untuk segera mengesahkan revisi PP 109/2012 dan mengkritisi Seruan Gubernur (Sergub) DKI Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pembinaan Kawasan Dilarang Merokok.

Dalam aksi yang dilakukan di Taman Patung Kuda, Jakarta Pusat, KOMPAK mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera mengesahkan revisi PP 109/2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Tjia Novid dari Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia, Lembaga Swadaya Masyarakat yang kerap menyuarakan pengendalian tembakau dan masalah sosial lainnya, turut mengkritisi Seruan Gubernur (Sergub) Nomor 8 Tahun 2021.

Dia menilai, Sergub tersebut belum cukup efektif untuk mengendalikan paparan produk tembakau.

"Jadi memang seruan ini tidak memiliki efek yang begitu efektif ketika memang harus diterapkan dan harus dilakukan di tengah masyarakat," bebernya, saat ditemui di lokasi, Rabu (17/11/2021).

Berdasarkan pantauan FAKTA Indonesia yang dipaparkan oleh Tjia, pihaknya telah melakukan pemantauan di lima kawasan di Ibukota terkait imbauan dalam Sergub DKI Nomor 8 Tahun 2021, untuk menutupi etase produk rokok di retail-retail Ibukota.

"Jadi dari FAKTA sendiri itu melakukan pemantauan kepada lima kawasan, Jakarta Barat, Timur, Utala, Selatan dan Pusat, itu ternyata masih sangat minim sekali penerapannya dan juga upaya penutupan yang dilakukan teman-teman di retail," kata Tjia.

Bahkan, selama melakukan pemantauan, ternyata masih banyak ditemui petugas retail yang tidak tahu-menahu mengenai imbauan menutup produk rokok.

Tjia menilai perlu ada evaluasi yang dilakukan oleh pihak pemerintah terkait Sergub ini dan berharap agar disahkan kembali.

"Perlu juga ada evaluasi dari Gubernur sendiri bahwa memang harus adanya Peraturan Daerah supaya memang memiliki dampak," jelas Tjia.

"Dari FAKTA Indonesia kami berharap bahwa memang Pemda dan DPRD-nya segera mengesahkan kembali karena memang kami sudah melakukan inisiasi semenjak 10 tahun lalu tentang Perda kawasan tanpa rokok," tutup Tjia.



Simak Video "Dukungan Orang Terdekat Jadi Upaya Terbaik untuk Berhenti Merokok"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)