ADVERTISEMENT

Kamis, 18 Nov 2021 09:32 WIB

RI Perlu Waspada! Ini Alasan COVID-19 Ngamuk di Singapura

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kasus harian COVID-19 di Singapura terus cetak rekor baru. Pada Rabu (29/9) kemarin kasus harian COVID-19 Singapura bahkan melampaui kasus harian di Indonesia. Kasus COVID-19 di Singapura masih mengkhawatirkan. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Kasus COVID-19 di Singapura masih mengkhawatirkan. Padahal Singapura sempat menjadi salah satu negara dengan manajemen COVID-19 terbaik.

Duta Besar RI untuk Singapura, Suryopratomo, mengatakan ada beberapa hal yang menyebabkan kasus COVID-19 di Singapura melonjak. Kemunculan varian Delta dan banyaknya orang yang menolak vaksin jadi beberapa penyebabnya.

"Ketika Delta masuk, mereka (lansia) yang paling rentan. Kematian paling banyak lansia dan punya komorbid," katanya dalam webinar Strategi Cegah Gelombang Ketiga Pandemi COVID-19, dikutip dari Sehat Negeriku, Kamis (18/11/2021).

"Pemerintah Singapura mulai memberlakukan kebijakan baru yaitu orang (warganya) dipaksa divaksinasi. Orang yang tidak divaksinasi, kalau sakit harus bayar sendiri," sambungnya.

Singapura memiliki sekitar 60-100 ribu lansia yang menolak vaksinasi meski mereka termasuk kelompok rentan. Sebagian besar kematian akibat COVID-19 di Singapura juga dialami oleh mereka yang berusia di atas 60 tahun dan memiliki komorbid.

Mantan Direktur WHO Asia Tenggara yang juga Pengamat Kesehatan Masyarakat Prof. Tjandra Yoga Aditama mengatakan penyebab kenaikan kasus di beberapa negara antara lain karena sekelompok masyarakat yang belum divaksinasi, efikasi vaksin menurun, dan pelonggaran mobilitas.

"Kita bersyukur kasus positif kita menurun sangat tajam dan bertahan lama. Tetapi kita juga harus tetap belajar dari negara-negara lain. Kita mesti tetap waspada dari sekarang," tegasnya.



Simak Video "Pembatasan Singapura Akan Dilonggarkan Usai Puncak Omicron Melandai"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT