Kamis, 18 Nov 2021 14:41 WIB

Luhut Ungkap RI Sudah Punya 'Senjata Canggih' Lawan COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (YouTube Sekretariat Presiden) Foto: Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengibaratkan Indonesia sedang berperang melawan pandemi COVID-19. Kabar baiknya, Indonesia disebut sudah memiliki senjata yang cukup canggih dalam melawan pandemi COVID-19. Apa sih itu?

"Kalau saya ibaratkan dengan kondisi perang dengan PeduliLindungi kita sudah punya senjata canggih untuk mencegah kasus kembali meningkat," tuturnya dalam keterangan tertulis, Kamis (18/11/2021).

Sejak awal peluncurannya, aplikasi PeduliLindungi disebut telah digunakan lebih dari 170 juta kali dengan rata-rata penggunaan harian lebih dari tiga juta. Luhut juga mengapresiasi konsistensi penggunaan QR Code PeduliLindungi untuk perlindungan masyarakat Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal ini menjelaskan dalam 10 hari terakhir jumlah kasus harian nasional mampu dijaga di bawah kisaran 500 kasus per hari dan angka kematian juga menurun drastis.

"Dengan PeduliLindungi sebagai bagian integral dari strategi penanganan Pandemi COVID-19 hingga saat ini kita mampu menjaga kasus tetap pada tingkat yang rendah, meski mobilitas aktivitas masyarakat sudah sangat meningkat tajam," urainya.

Hanya saja, Luhut menegaskan kehati-hatian perlu dipertimbangkan atau dilakukan sehingga potensi kenaikan mobilitas pada periode Natal dan Tahun baru tidak terjadi. Ia melihat melihat kedisiplinan pemakaian aplikasi PeduliLindungi mulai menurun seiring menurunnya jumlah kasus positif.

Namun sekali lagi kita tidak boleh lengah, kita harus tetap hati-hati karena saat ini kasus dunia kembali meningkat," pungkasnya.



Simak Video "Ahli Nilai Syarat Perjalanan Lebih Tepat Pakai Antigen, Bukan PCR"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)