Kamis, 18 Nov 2021 18:30 WIB

Ngeri, Pandemi COVID-19 Bikin 300 Juta Warga China Alami Gangguan Ini

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
China bersiap untuk melakukan vaksinasi pada anak usia 3 hingga 11 tahun. Vaksinasi itu dilakukan guna mengantisipasi melonjaknya kasus COVID-19 baru. Ilustrasi pandemi COVID-19 di China. Foto: AP Photo
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang sudah berjalan hampir dua tahun ini membawa dampak lain bagi banyak warga dunia. Selama pandemi, tidak jarang yang mengeluhkan kondisi susah tidur.

Menurut laporan penelitian baru-baru ini yang dikeluarkan oleh Chinese Sleep Research Society (CSRS), selama setahun terakhir, lebih dari 300 juta warga China alami gangguan tidur.

Akibat pandemi, banyak orang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, tetapi keseluruhan waktu yang dibutuhkan untuk tertidur semakin lama dua hingga tiga jam, dan pencarian masalah tidur di Internet telah meningkat sebesar 43 persen.

Dilaporkan Global Times, di antara 300 juta warga China yang menderita gangguan tidur, lebih dari tiga perempatnya tertidur setelah jam 11 malam, dan hampir sepertiganya tidak bisa tidur sampai jam 1 pagi.


Masalah tidur telah menarik perhatian luas dari netizen, dengan banyak dari mereka setuju bahwa mereka memang memiliki masalah tidur.

Wang Jian, direktur Departemen Psikologi di Rumah Sakit Guang'anmen, menjelaskan dalam sebuah wawancara mengatakan tidak perlu tidur selama delapan jam. Yang penting adalah waktu tidur yang cukup untuk empat hingga lima siklus tidur.

"Satu siklus tidur berkembang dari tidur ringan ke tidur nyenyak, dan kemudian masuk ke tahap gerakan mata cepat dengan mimpi. Ini berulang selama empat hingga lima siklus, dan kemudian Anda bangun," kata Wang.



Simak Video "5 Temuan yang Diklaim Bisa Mengatasi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)