ADVERTISEMENT

Kamis, 18 Nov 2021 21:56 WIB

Vaksin Booster COVID Dipastikan Aman untuk Lansia & Penderita Komorbid

Erika Dyah - detikHealth
Vaksin Booster Akan Diberikan Gratis Bagi Kategori Ini, Simak Selengkapnya Foto: Pradita Utama/detikcom
Jakarta -

Ketua Satuan Tugas COVID-19 PB Ikatan Dokter Indonesia, Prof Zubairi Djoerban mengatakan vaksinasi dosis ketiga penting dilakukan. Menurutnya, vaksin booster bisa dilakukan dengan vaksin yang tersedia, baik vaksin yang sama di dua dosis sebelumnya atau vaksin yang berbeda.

Dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN bertema 'Vaksin Booster untuk Indonesia Lebih Sehat', Prof Zubairi menambahkan bahwa vaksin booster bisa dilakukan enam bulan setelah vaksin dosis kedua.

"Negara-negara yang masyarakat sudah banyak disuntik vaksin dua dosis kini mengalami peningkatan kasus COVID-19, karenanya penting vaksin booster," ujar Prof Zubairi dalam keterangan tertulis, Kamis (18/11/2021).

Ia mengatakan, saat ini yang menjadi prioritas vaksin booster adalah tenaga kesehatan, pelayan publik, orang yang memiliki komorbid, dan juga kelompok lanjut usia. Prof Zubairi memastikan, vaksin booster aman selayaknya vaksin dosis pertama dan kedua.

"Vaksin booster aman buat usia lanjut seperti saya yang sudah hampir 75 tahun, dan memiliki komorbid, saya diabet, darah tinggi dan pernah operasi jantung," katanya.

Sementara itu, Vaksinolog Dr. dr. Sukamto Koesno menambahkan ada masa di mana kekebalan yang dirangsang oleh vaksin pada waktu tertentu akan turun. Oleh karena itu, perlu diberikan booster dengan harapan antibodi yang telah menurun bisa meningkat kembali.

"Pada prinsipnya vaksin yang akan digunakan sebagai booster, sama atau berbeda, yang bisa untuk meningkatkan antibodi," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena mengatakan ada beberapa hal yang membuat vaksin booster penting dilakukan. Ia menjelaskan hingga saat ini belum ada vaksin yang memiliki antibodi optimal, kemudian antibodi juga menurun setelah enam bulan divaksin, terlebih saat ini muncul berbagai varian baru COVID-19.

"Jadi pemberian booster amat penting. Memang prioritas saat ini baru tenaga kesehatan, petugas lain yang juga rentan, dan lansia," ujarnya.

Melki mengaku bersyukur Indonesia termasuk negara yang cepat melakukan vaksinasi. Menurutnya, pilihan Presiden Jokowi menjalankan berbagai skema penanganan COVID-19 sekaligus dirasa tepat.

Adapun skema itu meliputi penugasan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian BUMN untuk bersama-sama mengejar upaya vaksinasi sebagai opsi melawan COVID-19 sehingga vaksinasi bisa dikebut.

Selanjutnya, di aspek pencegahan dulu ada PSBB, kemudian PPKM. Begitu juga dengan dukungan APD, alat kesehatan, obat-obatan, dan tenaga kesehatan yang menjadi ujung tombak penanganan COVID-19.

"Ini paralel dikerjakan oleh pemerintah. Kerja keras semua pihak yang membuat Indonesia akhirnya berhasil melewati masa krusial ketika varian delta masuk ke negeri ini. Tentu di antara kerja itu semua kita percaya kekuatan doa dari seluruh komponen di Indonesia," terang Melki.

Ia pun mengingatkan bahwa prestasi ini juga menjadi tantangan sendiri bagi Bangsa Indonesia karena harus terus dipertahankan. Baik dalam aspek deteksi yang harus dikerjakan dengan baik, serta memastikan protokol kesehatan tetap dijaga. Ia meminta semua pihak tidak lengah dan abai dengan kondisi saat ini. Serta meminta fasilitas kesehatan untuk tetap dipersiapkan dengan baik.

"Obat yang dibutuhkan, peralatan, tenaga kesehatan juga tetap harus di-support dengan baik. Vaksinasi tidak boleh dilonggarkan," tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Bagian Operasional PT Bio Farma dr. Erwin Setiawan menyebutkan berkat dukungan semua pihak, saat ini stok vaksin di Indonesia mencapai 283 juta dosis dan sudah didistribusikan sebanyak 251 juta ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

"Hal ini untuk mengejar target cakupan di seluruh Indonesia," ujarnya.

Sebagai informasi, data vaksinasi COVID-19 per Rabu (17/11) mencatat 132.006.377 masyarakat Indonesia telah disuntik dosis pertama dan 86.279.716 untuk dosis kedua. Sementara untuk dosis ketiga atau booster, sudah 1.197.579 yang menerima suntikan.



Simak Video "Pemerintah Pertimbangkan Vaksinasi Booster Gratis dan Berbayar"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT