Jumat, 19 Nov 2021 08:00 WIB

Geger Temuan 15 Botol Misterius Berlabel 'Cacar' di Lab AS

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Blood cells, molecule of DNA forming inside the test tube. 3D illustration, conceptual image of science and technology. Ilustrasi botol. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)
Jakarta -

Amerika Serikat baru-baru ini melaporkan temuan botol misterius berlabel cacar di sebuah laboratorium. Botol-botol tersebut ditemukan di lemari es lab Philadelphia, Senin malam.

FBI dan Pusat Pengendalian Pencegahan Penyakit Menular AS (CDC) tengah menginvestigasi apa yang terjadi di balik insiden tersebut. Dikutip dari The Sun, ada 15 botol misterius yang ditemukan.

Ada 10 di antaranya yang diberi label 'Vaccinia' dan lima sisanya diberi label 'Smallpox' yang mematikan. Menurut salah satu sumber yang memperoleh salinan peringatan For Official Use Only yang tidak dirahasiakan, botol-botol itu segera diamankan.

Penemuan botol-botol itu memaksa fasilitas lab akhirnya dikunci, yang sejak itu telah dicabut. Cacar dianggap sangat berbahaya sehingga hanya dua laboratorium di dunia yang diizinkan untuk menyimpan sampel virus, satu di Rusia dan yang lainnya di CDC Atlanta, Georgia.

Para ilmuwan telah memperdebatkan apakah ada sampel cacar yang tersisa karena bahaya yang tidak diketahui yang dapat ditimbulkannya. Hanya sebagian kecil warga Amerika yang divaksinasi cacar dan kekebalan mereka tentu akan berkurang dari waktu ke waktu.

CDC akan tiba di lokasi untuk mengambil botol dan akan membawanya ke fasilitas lain untuk pengujian. Baik CDC maupun FBI tidak berkomentar secara terbuka.

Cacar pernah menjadi penyakit global umum yang menyebabkan pembuluh darah kecil di kulit, mulut, dan tenggorokan terinfeksi dan menyebabkan noda mengerikan yang kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Selama abad ke-20, kasus cacar setidaknya melaporkan 300-400 juta kematian dan pada tahun 1967 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa sekitar 15 juta orang mengidap penyakit ini, dua juta di antaranya meninggal dunia.

Untungnya setelah berbagai kampanye vaksinasi selama abad ke-19 dan ke-20, cacar dianggap telah diberantas secara global pada tahun 1979 oleh WHO.



Simak Video "Kematian Pertama Akibat Omicron di AS, Pria 50 Tahun Belum Divaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)