Jumat, 19 Nov 2021 10:39 WIB

Heboh Istri CEO Pfizer Meninggal karena Vaksin COVID-19, Ini Faktanya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
FILE - In this Nov. 9, 2020, file photo, a general view of Pfizer Manufacturing Belgium in Puurs, Belgium. Pfizer and BioNTech say theyve won permission Wednesday, Dec. 2, 2020, for emergency use of their COVID-19 vaccine in Britain, the world’s first coronavirus shot that’s backed by rigorous science -- and a major step toward eventually ending the pandemic.(AP Photo/Virginia Mayo, File) Pfizer. (Foto: AP/Virginia Mayo)
Jakarta -

Heboh unggahan di media sosial mengenai kondisi istri CEO Pfizer. Disebutkan, istri Chief Executive Officer Pfizer Albert Bourla, Myriam Bourla, meninggal karena komplikasi setelah menerima vaksin COVID-19.

Unggahan tersebut ramai dibagikan di Twitter dan Facebook dan pengunggah mencantumkan tautan dari situs Conservative Beaver.

"Myriam Bourla - istri CEO Pfizer Albert Bourla - telah meninggal karena komplikasi dari vaksin COVID-19 Rabu (10/11) pagi, menurut dokternya. Dia meninggal di ruang gawat darurat di New York-Presbyterian Lawrence Hospital setelah dibawa oleh paramedis. Penyebab kematian telah terdaftar sebagai komplikasi dari vaksin Pfizer," tulis keterangan tersebut.

Kabar yang menyatakan istri CEO Pfizer meninggal akibat vaksin COVID-19 adalah hoaks atau berita bohong. Faktanya, CEO Pfizer baru-baru ini mengunggah foto dia bersama sang istri di media sosialnya.

Juru bicara Pfizer Amy Rose meluruskan informasi tersebut dan mengatakan penulis hoaks itu dengan sengaja dan jahat berusaha menyebabkan tekanan emosional pada keluarga Bourla. Ia juga mengatakan kondisi Myriam "masih hidup dan sangat sehat".

"Tidak masuk akal seseorang menyamar sebagai jurnalis akan menyebarkan kebohongan seperti itu tentang CEO kami dan keluarganya dengan tujuan merusak kepercayaan pada vaksin yang telah diberikan kepada ratusan juta orang di seluruh dunia," kata Amy dikutip dari AP News.

The Conservative Beaver, media yang mengatakan berbasis di Kanada, tidak segera menanggapi permintaan komentar atas unggahan tersebut.



Simak Video "Fenomena Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)