Jumat, 19 Nov 2021 13:30 WIB

Psikolog Bicara Tatapan Sinis ART yang Bikin Nirina Zubir Tahan Emosi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Nirina Zubir Bertemu dengan ART Riri Tatapan sinis ART ke Nirina Zubir. (Foto: Palevi/detikcom)
Jakarta -

Nirina Zubir harus menahan emosi saat bertemu langsung dengan mafia tanah yang merampas aset milik almarhum ibunya. Saat konferensi pers, Nirina Zubir berbicara mengungkapkan rasa kekecewaannya sembari napas tersengal-sengal.

"Saya juga harus menata emosi saya karena ini pertemuan pertama saya setelah orang di belakang saya ini ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan," buka Nirina Zubir di gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kamis (18/11/2021)

"Berat sekali hati saya untuk bertemu dengan saya dan tidak ada minta maaf. Jalan saja dia masih berani menatap mata saya seperti itu," ungkap Nirina Zubir.

Menurut psikolog klinis Nuzulia Rahma Tristinarum dari Pro Help Center ada beberapa kemungkinan seseorang terlihat 'santai' atau tidak berperilaku seperti biasanya meski tengah bersalah. Termasuk dendam pribadi hingga kemungkinan masalah kesehatan mental.

"Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang seolah seperti tidak merasa bersalah termasuk dendam pribadi atau sudah memiliki niat atau menipu," beber Rahma kepada detikcom Jumat (19/11/2021).

Rahma juga menjelaskan perilaku tersebut sangat mungkin terjadi pada seseorang yang sudah memiliki tujuan menipu dalam waktu yang lama. Hal ini membuat seseorang kemudian bersikap tidak wajar pada korban.

"Atau orang tersebut sudah membuat penipuan berencana. Ada kemungkinan juga biasanya memiliki kecenderungan masalah dengan kesehatan mentalnya." sambung Rahma.

Menurutnya, sulit untuk akhirnya korban bisa pulih dari pengkhianatan orang yang diandalkan dalam waktu dekat. Rahma menjelaskan proses memaafkan memang bertahap dan tidak perlu diburu waktu.

Jika masih terasa berat, disarankan untuk langsung berbicara dengan para ahli atau profesional.

"Memaafkan itu memang perlu proses dan bertahap. Lakukan tahapan pemaafan tersebut dan jika masih dirasa berat, melakukan forgiveness therapy yang dibimbing ahlinya," pungkas dia.



Simak Video "Kondisi yang Memicu Post-Holiday Blues Usai Liburan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)