Senin, 22 Nov 2021 08:02 WIB

Makin Banyak Orang Dewasa di AS Ogah Punya Anak, Ada Apa?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Ilustrasi antar anak sekolah Ilustrasi riset menyebut semakin banyak orang dewasa di AS ogah punya anak. Foto: iStock
Jakarta -

Riset terbaru menyebut semakin banyak orang dewasa di Amerika Serikat (AS) mengaku tak bakal punya anak. Mulai dari alasan ogah, ragu soal kestabilan finansial, hingga tidak punya pasangan.

Dikutip dari TIME, hal tersebut disampaikan oleh survei dari Pew Research Center. Disebutkan, 44 persen dari non-orang tua berusia 18-49 tahun mengaku tidak terlalu mungkin, atau tidak mungkin sama sekali, bakal punya anak suatu hari nanti.

Pada 2018, riset serupa menunjukan persentase ogah punya anak tersebut sebesar 37 persen, walhasil meningkat 7 persen dalam 3 tahun terakhir.

Di antara beragam alasan orang dewasa ogah punya anak, alasan paling banyak adalah sepenuhnya karena tidak ingin. Alasan lain mencakup kondisi medis 19 persen, keuangan 17 persen, 15 persen tidak ada pasangan, 10 persen usia pasangan, dan 9 persen menyalahkan keadaan dunia.

Di antara orang dewasa di bawah 40 tahun yang sudah menjadi orang tua, sekitar seperempat tidak berharap memiliki anak lagi karena biaya keuangan yang harus dikeluarkan. Lainnya, 3 dari 10 mengatakan mereka terlalu tua.

Namun survei tersebut diyakini sebagai pertanda buruk bagi AS dalam memulihkan tren penurunan kesuburan yang telah dihantam krisis kesehatan masyarakat akibat pandemi COVID-19. Jumlah bayi yang lahir di negara tersebut turun 4 persen pada 2020.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyebut angka tersebut sebagai penurunan terbesar sejak 1973.

RUU belanja sosial yang ditandatangani Presiden Joe Biden, disahkan DPR pada Jumat (19/11/2021), menandai perubahan dramatis menuju peningkatan dukungan untuk keluarga dengan anak-anak setelah beberapa dekade tunjangan pemerintah yang condong ke orang tua.

Sekitar sepertiga dari pengeluaran sebesar 1,75 triliun dolar AS dialokasikan untuk memperkuat keluarga melalui pembayaran tunai langsung, pengasuhan anak bersubsidi, dan taman kanak-kanak universal untuk anak usia 3-4 tahun untuk membantu meringankan biaya.



Simak Video "Kini Masuk AS Wajib Tunjukkan Hasil Tes Covid-19 H-1 Sebelum Penerbangan"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)