ADVERTISEMENT

Senin, 22 Nov 2021 10:54 WIB

Pakar UGM: 80 Persen Warga RI Sudah Kena COVID-19 Varian Delta

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Foto: PIUS ERLANGGA
Jakarta -

Kemungkinan besar ada 80 persen penduduk Indonesia yang sudah terinfeksi COVID-19 varian Delta. Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Citra Indriani menyebut hal ini menjadi gambaran mengapa kasus Corona di Tanah Air saat ini menurun drastis.

Artinya, menurut dia, banyak warga yang sudah memiliki imunitas alami dari infeksi COVID-19. Herd immunity bisa jadi sudah terbentuk secara alamiah.

Ditambah lagi jumlah cakupan vaksinasi COVID-19 terus bertambah. Vaksin COVID-19 meminimalisir angka keparahan jika seseorang terpapar.

"Infeksi COVID-19 lebih dari 50 persen adalah asimtomatis, mungkin 80 persen penduduk kita telah terinfeksi (varian) Delta," kata Citra, Sabtu (20/11/2021).

"Sebagian besar infeksi natural membentuk antibodi yang spesifik untuk virus atau strain virus yang menginfeksi, tidak untuk strain yang lain. Sehingga imunitas alamiah yang terbentuk saat ini mungkin tidak bisa kita andalkan apabila kita kedatangan strain yang baru," tutur dia dalam keterangan resmi UGM.

Meski begitu, Citra mewanti-wanti peningkatan mobilitas jelang Natal dan Tahun Baru yang tak bisa dihindari. Peningkatan kasus COVID-19 yang signifikan hampir selalu diawali dengan melonjaknya jumlah orang yang melakukan perjalanan.

"Kenaikan mobilitas adalah sesuatu hal yang tidak bisa dihindari. Kalau kita lihat dari 1,5 tahun pandemi, gelombang kenaikan selalu diawali dengan peningkatan mobilitas, saat Natal-tahun baru dan pasca lebaran," kata dia.

"Meskipun kita batasi, mobilitas tetap terjadi, namun tidak semasif apabila tidak diberlakukan pembatasan," tegas dia sembari menekankan pentingnya pembatasan jelang Nataru.

Lihat video 'Status Pandemi Dicabut WHO Bila Covid-19 di Sejumlah Benua Terkendali':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT