Selasa, 23 Nov 2021 16:03 WIB

24 Juta Keluarga RI Masih Masak Pakai Tungku, Bisa Picu Kanker Paru!

Astika - detikHealth
Cara tradisional memasak dengan tungku dengan kayu bakar. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto Memasak pakai tungku (Foto: Dikhy Sasra)
Jakarta -

Memasak pakai tungku merupakan kebiasaan yang masih sering ditemui di Indonesia. Bahkan diperkirakan lebih dari 24 juta keluarga masih menggunakan cara yang disebut berisiko kanker paru ini.

Adanya anggapan bahwa masak pakai tungku bisa menghasilkan makanan yang lebih nikmat menjadikan cara ini masih diminati. Namun, kebiasaan ini ternyata bisa akibatkan hal buruk untuk kesehatan, salah satunya risiko terkena kanker paru.

Berbicara dalam seminar kanker paru, Selasa (23/11/2021), dr Sita Laksmi Andarini, PhD, SpP (K) dari Pokja Onkologi Thoraks Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyampaikan bahwa kebiasaan memasak dengan tungku yang menghasilkan indoor pollution (polusi udara yang terjadi di dalam ruangan) yang bisa memicu kanker paru.

"Selain merokok, indoor pollution juga sebabkan kanker paru. Di China banyak sekali kasus kanker paru pada perempuan tidak merokok, ternyata mereka memasak dengan tungku di dalam rumah," ujar dr Sita.

"Di Indonesia juga banyak ditemui perumahan tradisional yang dapurnya menggunakan kayu bakar di dalam rumah dan hasilkan asap atau indoor pollution sebagai pencetus kanker paru," imbuhnya.



Simak Video "Verawaty Fajrin Meninggal karena Kanker Paru, Apa saja gejalanya?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)