Rabu, 24 Nov 2021 11:40 WIB

Viral Hancurkan Barang Demi 'Self Healing', Tepatkah? Ini Kata Psikolog

Vidya Pinandhita - detikHealth
Tangkapan layar konten viral menghancurkan barang untuk healing. Foto: Tangkapan layar konten viral menghancurkan barang untuk 'healing'.
Jakarta -

Sebuah video Tiktok viral di media sosial, menunjukkan metode 'healing' dengan menghancurkan barang-barang beling. Metode tersebut difasilitasi oleh suatu tempat di kawasan Jakarta dengan tarif mulai dari Rp 100 ribu per orang. Benarkah menghancur-hancurkan barang bisa jadi metode penyembuhan batin alias 'healing'?

Veronica Adesla, psikolog klinis dan Co-Founder Ohana Space, menjelaskan konsep healing dalam metode tersebut sebenarnya salah besar. Pasalnya, proses pemulihan membutuhkan ketenangan sebagai cara seseorang berkoneksi kembali dengan diri sendiri.

"Untuk self healing itu hanya bisa dilakukan butuh ketenangan. Tenang untuk apa? Terkoneksi lagi dengan diri, kemudian bisa lebih mengenal diri sendiri, bisa mengenal perasaan dan pikiran, kemudian masalah apa yang dihadapi. Mencerna itu dengan baik," terangnya pada detikcom, Rabu (24/11/2021).

"Kemudian sampai tahap mengolah kembali permasalahan, kembali ke masalah tersebut dan emosi, sehingga healing pulih dirinya, ini butuh serangkaian proses. Self healing yang orang awam paham seperti misalnya meditasi atau mindfulness, atau rangkaian terapi lain. Itu dilakukannya harus continuous, nggak bisa one time," sambungnya.

Menurutnya, aktivitas menghancurkan atau melempar-lempar barang lebih tepat dikatakan sebagai cara melepas stres atau emosi, bukan sebagai pemulihan.

"Lebih merilis emosi, stres release untuk tadi melempar-lempar barang, menghancurkan sesuatu itu stres release, emosi atau anger (rasa marah), kesal, frustasi, mengeluarkan emosi negatif dengan aktivitas seperti itu," terang Veronica.

"Memang ada teknik ketika seseorang dalam kondisi emosi negatif untuk bisa menguras emosi tersebut dengan misalnya melemparkan bola-bola karet ke tembok. Nah ini sebenarnya konsepnya kurang lebih sama," imbuhnya.

Untuk orang-orang yang merasa memerlukan aktivitas serupa untuk melepas stres dan emosi, Veronica menyarankan sejumlah aktivitas seperti berolahraga, menari, hingga bercerita dengan teman.

"Jadi mengeluarkan energi, menghancurkan barang, ada fasilitas itu. Energi yang sangat negatif, kemarahan dia, stres dia, dilepasin dan dikeluarkan. Tapi healing itu beda. Salah sekali terminnya," pungkas Veronica.



Simak Video "Luapkan Emosimu Di Sini, Hancurkan Saja Semua Hingga Berkeping!"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)