Rabu, 24 Nov 2021 12:08 WIB

IDI Minta Nakes Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus COVID-19 Nataru

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sejumlah kendaraan ambulans dan bus sekolah yang membawa pasien COVID-19 antre untuk masuk kawasan Rumah Sakit Darurat  COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Jakarta, Kamis (10/6). Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah membuat sejumlah aturan untuk menekan pergerakan masyarakat yang dikhawatirkan akan berdampak pada kenaikan kasus COVID-19.

Ketua Terpilih IDI, M. Adib Khumaidi mengatakan meski kasus Corona di Indonesia cenderung melandai, namun tidak berarti hal tersebut menurunkan kewaspadaan para tenaga kesehatan dalam menghadapi risiko gelombang ketiga pandemi.

Tidak hanya masyarakat, Adib mengingatkan agar para tenaga kesehatan dan rumah sakit bersiaga dan bersiap dalam menghadapi lonjakan kasus pasca nataru.

"Kalau ada lonjakan kasus, kami tidak melihat dari jumlah positif dalam satu wilayah saja. Tapi jumlah pasien COVID-19 yang dirawat. Ini yang kita pantau terus," ujar Adib dalam acara diskusi Satgas COVID-19, Selasa (23/11/2021).

Para nakes dan pihak rumah sakit bisa melakukan antisipasi lonjakan kasus dengan memastikan ketersediaan obat-obatan. Sehingga jika terjadi kenaikan COVID-19 yang harus dirawat di rumah sakit, pasien bisa segera ditangani.

"Obat-obatan, oksigen, itu yang penting yang nantinya koordinasi tingkat daerah perlu dikomunikasikan," bebernya.



Simak Video "PPKM Level 3 Pas Nataru Tak Disetujui Epidemiolog Dicky Budiman, Kenapa?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)