Rabu, 24 Nov 2021 13:45 WIB

Kemenkes: Jumlah Orang Positif Corona 4 Kali Lipat Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Kemenkes memprediksi jumlah kasus COVID-19 lebih tinggi dari angka resminya. (Foto: dok detikcom)
Jakarta -

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) dr Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan jumlah orang yang positif COVID-19 diprediksi mencapai tiga hingga empat kali lipat lebih tinggi dari kasus yang terkonfirmasi saat ini.

Ia mengatakan, jika saat ini kasus COVID-19 sudah mencapai 4 juta, diperkirakan jumlah kasus COVID-19 yang sebenarnya sudah menyentuh 16 juta. Namun, 12 juta kasusnya tidak tercatat dalam sistem.

Misalnya DKI Jakarta, lanjut dr Nadia, dalam satu penelitian hasilnya memperlihatkan bahwa hampir separuh dari penduduknya sudah pernah terinfeksi COVID-19.

"Salah satu juga hasil seroprevalensi kita itu menunjukkan angka prevalensi COVID-19 itu adalah 14 persen," jelas dr Nadia dalam diskusi daring, Selasa (23/11/2021).

"Jadi, kalau kita lihat jumlah penderita COVID-19 terkonfirmasi ya jika sekarang ini dilaporkan sekitar 4 juta itu kemungkinan bisa sekitar 15 atau 16 juta sebenarnya," lanjutnya.

Herd immunity belum terbentuk

Menurut dr Nadia, dengan adanya perkiraan kasus COVID-19 tersebut belum bisa dikatakan bahwa herd immunity atau kekebalan kelompok sudah terbentuk. Sebab, ia mengatakan secara teori herd immunity bisa terbentuk dari adanya vaksinasi, sedangkan cakupan vaksinasi di Indonesia saat ini belum mencapai 70 persen.

"Walaupun mungkin sudah ada orang yang memiliki kekebalan atau imunitas dari infeksi alamiah, tetapi terinfeksi alamiah itu tidak menjadi faktor dalam perhitungan target vaksinasi untuk bisa mengendalikan atau menurunkan laju penularan," kata dia.



Simak Video "Jelang Akhir Tahun, Satgas Covid-19 Ungkap Kepatuhan Prokes Menurun"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)