Kamis, 25 Nov 2021 09:00 WIB

Musik Hajatan Terlalu Kencang, 63 Ayam Mati Mendadak Kena Serangan Jantung

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Chicken in a coop Ilustrasi. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Musik yang terlalu kencang pada acara pernikahan tradisional India menyebabkan 63 ekor ayam mati mendadak. Kejadian ini terjadi di Negara Bagian Odisha pada Minggu (21/11/2021).

Pemilik peternakan unggas, Ranjit Kumar Parida, mengatakan rombongan pengantin sangat berisik bahkan ketika waktu sudah menunjukkan lewat tengah malam.

"Saya meminta operator band mengecilkan volume musiknya karena terlalu berisik dan ayam jadi takut. Mereka tidak mendengarkan, bahkan teman mempelai pria meneriaki saya," kata Parida kepada AFP.

Parida pun meminta dokter hewan melakukan pemeriksaan pada ayamnya yang mati mendadak. Dokter mengatakan puluhan ayam malang itu mati karena serangan jantung.

Ia lantas mengajukan pengaduan ke polisi setelah penyelenggara pernikahan menolak untuk membayar kompensasi.

Seorang profesor zoologi Suryakanta Mishra, yang telah menulis buku tentang perilaku hewan mengatakan kepada Hindustian Times bahwa suara yang keras meningkatkan risiko kardiovaskular pada hewan.

"Ayam diatur oleh ritme sirkadian yang dikendalikan oleh siklus gelap/terang alami siang dan malam. Kegembiraan atau stres yang tiba-tiba karena musik yang keras dapat mengganggu jam biologis mereka," beber Mishra.

Kisah itu berakhir bahagia, kecuali bagi ayam yang sudah menjadi korban, setelah polisi meyakinkan pihak-pihak yang bertikai untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.

"Kami belum melakukan tindakan apapun karena (peternak unggas) mencabut pengaduannya," kata petugas polisi Drupadi Das.

Tak hanya pada hewan. Keterpaparan suara kencang bisa juga menyebabkan gangguan jantung pada manusia. Dikutip dari WebMD, studi pada Environmental Health Perspectives menuliskan suara bisa mempengaruhi sistem saraf simpatik dan parasimpatik yang berfungsi mengatur kerja jaringan tubuh.

Peneliti Charlotta Eriksson dari Karolinska Institute, Swedia, mengatakan polusi suara yang rendah bisa menekan aktivitas saraf parasimpatik. Itulah kenapa suara-suara merdu sering dirasa bisa membuat rileks menurunkan detak jantung.

Sebaliknya polusi suara yang tinggi mendorong aktivitas saraf simpatik. Hal ini membuat detak jantung meningkat, pembuluh darah mengecil, dan tubuh masuk dalam respons "fight or flight".

Peningkatan detak jantung dan tekanan darah diketahui bisa meningkatkan risiko masalah kardiovaskular terlebih bila seseorang sudah memiliki faktor pendukung lain.



Simak Video "Yuk Belajar CPR, Pertolongan Pertama Henti Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)