Senin, 29 Nov 2021 07:00 WIB

Round Up

Ramai Pengemudi Mercy Diduga Demensia Lawan Arah di Tol, Kondisi Apa Itu?

Firdaus Anwar - detikHealth
Viral mobil Mercy lawan arus di Tol JORR Foto: Tangkapan layar video viral
Jakarta -

Seorang pengemudi mobil Mercedes-Benz (Mercy) ramai dibicarakan karena menyebabkan kecelakaan di Tol JORR usai melawan arah arus kendaraan pada Sabtu (27/11/2021). Pria berinisial MSD (66) tersebut diduga mengidap demensia.

"Walaupun ada kondisi kerusakan, tapi pihak keluarga bertanggung jawab untuk mengganti kerugian. Jadi sementara kita serahkan (ke keluarga)," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono kepada wartawan, Minggu (28/11/2021).

"Terus enggak lama setelah keluarganya datang, dijelaskan bahwa yang bersangkutan ada gejala gejala kondisi seperti itu," sambungnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan demensia sebagai sindrom penurunan fungsi kognitif atau kemampuan berpikir. Bagi masyarakat awam demensia juga kadang disebut sebagai pikun.

"Demensia adalah sindrom, biasanya bersifat progresif, yang berujung pada penurunan fungsi kognitif di luar batas wajar dari dampak penuaan alami. Demensia memengaruhi kemampuan ingatan, berpikir, orientasi, komprehensi, kalkulasi, dan belajar," tulis WHO seperti dikutip dari situs resminya.

Demensia vs pikun

Dr Ho King Hee, pakar neurologi dari Gleneagles Hospital Singapore, menjelaskan bahwa pikun dan demensia sebenarnya berbeda. Pada demensia, penurunan fungsi kognitif yang terjadi kadang bisa sampai mengubah perilaku seseorang.

"Tapi memory loss yang terjadi karena bertambahnya umur ini berbeda dengan memory loss karena demensia. Pikun karena lanjut usia membuat Anda lupa akan sesuatu hal dan Anda menyadarinya. Sementara demensia memengaruhi fungsi otak yang membuat Anda sulit mengambil keputusan dan terkadang merubah perilaku," ungkap Dr Ho beberapa waktu lalu.

Sebagai contoh lansia yang pikun mungkin masih bisa berbelanja ke pasar, namun melupakan kunci mobil atau daftar belanjaannya. Sementara pada lansia yang demensia bahkan bisa sampai lupa cara melakukan aktivitas dasar sehari-hari, seperti misalnya bagaimana memakai baju dengan benar hingga berkendara.

Penyebab demensia

Dikutip dari Mayo Clinic, demensia pada dasarnya disebabkan sel saraf pada otak yang mengalami kerusakan. Penyebabnya bisa karena cedera atau penyakit lain.

Berikut beberapa hal yang diketahui bisa jadi penyebab demensia:

1. Penyakit Alzheimer

Alzheimer adalah penyakit yang ditandai dengan terbentuknya plak protein pada sel saraf otak. Plak tersebut lama-lama merusak sel saraf dan jaringan penghubung otak.

Sampai saat ini tidak diketahui pasti penyebab penyakit Alzheimer, namun ada dugaan ini berhubungan dengan genetik.

2. Stroke

Stroke merupakan kondisi ketika otak tidak mendapat suplai oksigen yang cukup akibat ada pembuluh darah pecah atau tersumbat. Bagian otak yang terpengaruh stroke ini kemudian bisa mengalami kerusakan karena sel-sel yang perlahan mati.

Seseorang yang selamat dari stroke mungkin akan mengalami demensia dengan tanda-tanda lebih sulit berpikir atau fokus.

3. Penyakit Huntington

Penyakit Huntington disebabkan oleh mutasi genetik yang membuat sel-sel otak dan sistem saraf pusat mengalami kematian lebih cepat. Gejala penurunan kemampuan berpikir biasanya sudah mulai terlihat di usia 30-40 tahun.

4. Trauma otak

Benturan pada area kepala dapat menyebabkan trauma atau cedera pada otak. Hal ini biasanya terjadi pada atlet dan kejadian yang berulang diketahui dapat menyebabkan kerusakan permanen.



Simak Video "Luapkan Emosimu Di Sini, Hancurkan Saja Semua Hingga Berkeping!"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)