Senin, 29 Nov 2021 15:00 WIB

Gercep! Moderna Siapkan Vaksin Baru Hajar Varian Omicron, Target Siap 2022

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi vaksin Moderna Moderna rencana menyiapkan vaksin Moderna untuk melawan varian Omicron. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Munculnya varian Corona B.1.1.529 atau varian Omicron bikin dunia khawatir. Varian ini diduga menyebar lebih cepat, membuat banyak negara kembali menutup perjalanan internasional.

Terkait efektivitas vaksin pada varian Omicron, pakar menyebut vaksin yang tersedia masih bisa mencegah varian COVID-19. Meski demikian demi totalitas, produsen vaksin COVID-19 Moderna menyebut tengah menyiapkan vaksin yang diformulasikan kembali untuk melawan varian corona Omicron dan akan siap awal tahun depan.

"Kita harus tahu tentang kemampuan vaksin saat ini untuk memberikan perlindungan dalam beberapa minggu ke depan, tetapi hal yang luar biasa tentang vaksin MRNA, platform Moderna adalah bahwa kita dapat bergerak sangat cepat," kata Kepala Petugas Medis Moderna, Paul Burton, di acara "Andrew Marr Show" BBC, dikutip CNBC International.

Omicron telah diklasifikasikan sebagai 'variant of Concern' oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berarti berisiko lebih menular, lebih ganas atau lebih terampil menghindari tindakan kesehatan masyarakat, vaksin dan terapi.

Varian Omicron memiliki lebih dari 30 mutasi pada protein spike yang memungkinkan virus masuk ke dalam tubuh. Para ahli telah memperingatkan bahwa banyak dari mutasi ini dapat menyebabkan peningkatan resistensi dan penularan antibodi, yang dapat membatasi efektivitas vaksin COVID yang ada.

Moderna sendiri sudah mengatakan telah mengerahkan pekerjanya sejak akhir pekan lalu untuk mulai mempelajari varian baru ini. Burton menegaskan kembali vaksin bisa memberikan perlindungan kepada mereka yang disuntik dan mengingatkan orang yang tidak divaksin wajib divaksinasi.

Varian Omicron sendiri telah terdeteksi di sejumlah negara. Selain kawasan Afrika, seperti Afsel dan Botswana, varian ini juga ditemukan di Hong Kong.



Simak Video "WHO Temukan Bukti Gejala Omicron Lebih Ringan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)