Senin, 29 Nov 2021 15:36 WIB

Bens Leo Sesak Napas Sebelum Meninggal, Catat Ciri-ciri Saturasi Oksigen Ngedrop

Astika - detikHealth
Bens Leo Foto: Instagram @bensleo52
Jakarta -

Pengamat musik Bens Leo meninggal dunia pada usia 69 tahun, Senin (29/11/2021), di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.

Bens Leo dikonfirmasi meninggal dunia setelah berjuang melawan COVID-19 sejak beberapa waktu lalu. Hal tersebut disampaikan Ria selaku teman dari Bens Leo.

Ria menuturkan, saat masuk rumah sakit Bens Leo selalu mengalami sesak napas dan saturasi oksigen kerap menurun. Menyentuh angka 74 persen saat menghembuskan napas terakhirnya.

"Saturasinya turun terus sampai 74. Turun terus saturasinya dan akhirnya pakai ventilator waktu itu," ujar Ria saat dihubungi detikcom, Senin (29/11/2021).

Apa yang dimaksud dengan saturasi oksigen?

Saturasi oksigen adalah persentase jumlah hemoglobin yang terikat oksigen dalam darah dan dapat diperiksa dengan alat pulse oximeter. Saturasi oksigen merupakan parameter penting untuk menentukan kandungan oksigen darah dan pengiriman oksigen ke seluruh sel di tubuh.

Berapa nilai saturasi oksigen normal vs pasien COVID-19?

Dikutip dari CDC (29/11/2021), nilai saturasi oksigen normal untuk anak-anak dan dewasa sehat adalah 95 hingga 100 persen.

Salah satu tanda umum dari pasien COVID-19 adalah memiliki nilai saturasi oksigen yang rendah. Nilai saturasi oksigen 93 hingga 94 persen mengindikasikan infeksi gejala sedang dan memerlukan penanganan dari pihak medis. Sedangkan untuk nilai di bawah 92 persen mengindikasikan gejala berat sehingga memerlukan rujukan segera ke rumah sakit.

Apa tanda saturasi oksigen menurun?

Secara umum, tanda seseorang mengalami tingkat saturasi oksigen rendah adalah sebagai berikut:

- Kesulitan bernapas

- Kebingungan

- Kesulitan bangun atau berdiri

- Bibir atau wajah kebiruan

- Nyeri dada pada orang dewasa yang tidak kunjung reda

- Anak-anak mungkin melebarkan hidung dan berbunyi saat bernapas

Namun, tidak semua orang dengan tingkat saturasi oksigen menurun mengeluhkan kesulitas bernapas bahkan beberapa pasien COVID-19 tidak menunjukkan gejala sama sekali. Maka, pasien COVID-19 disarankan untuk memantau kadar oksigen secara rutin.

Mengapa saturasi oksigen pasien COVID-19 menurun?

Paru-paru merupakan organ yang paling terkena dampak COVID-19. Saat seseorang terinfeksi COVID-19, terjadi peningkatan jumlah sel darah putih, neutrofil, dan kadar protein C-reaktif. Akibatnya, terjadi peradangan pada sistem pernapasan yang bisa berdampak pada kerusakan paru-paru dan berdampak pada kerja organ menjadi tidak maksimal.

Jika fungsi organ paru terganggu, salah satu dampaknya adalah bisa terjadi penurunan saturasi oksigen dan bisa memicuhipoksia atau kekurangan oksigen di dalam sel dan jaringan.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)