Senin, 29 Nov 2021 21:27 WIB

Pemkot Klaim Sudah Sulit Cari Warga Yogya yang Belum Vaksin

Heri Susanto - detikHealth
Salah satu sentra vaksinasi COVID-19 di Yogyakarta digelar selama tuhuh hari berturut-turut di Gedung Jogja Expo Center. Vaksin yang diberikan yakni Sinovac. Vaksin COVID-19 (Foto: PIUS ERLANGGA)
Yogyakarta -

Tracing acak terhadap siswa juga dilakukan di Kota Yogyakarta. Hasilnya, dari sample 2.079 siswa, dari 17 sekolah sampai hari ini ditemukan positif COVID-19 ada 26 orang. Tapi, saat tracing kontak erat, baik teman di sekolah dan orang tua semuanya negatif.

"Keluarga tidak terpapar, anak-anak tidak terpapar. Anak-anak ini tanpa gejala. Apakah ini yang dinamakan herd immunity?" kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, ditemui di DPRD Kota Yogyakarta, Senin (29/11/2021).

Heroe menjelaskan, dari kasus positif itu, pihaknya tidak menemukan ada paparan atau sebaran kasus. Makanya, saat ini Pemkot Yogyakarta ingin menuntaskan tracing dengan PCR terhadap sisa kontak erat lain.

"Vaksinasi kita sudah mencapai 100 persen. Sudah sulit mencari orang yang belum divaksin di Kota Yogyakarta. Tidak ada sebaran kasus positif di masyarakat," jelasnya.

Dari hal tersebut, lanjut Heroe, Kota Yogyakarta dari kasus aktif semuanya tidak ada gejala atau tidak merasakan. Tapi, saat dilakukan tes PCR mereka ini positif.

"Oleh karena itu, kami sedang minta kajian dari epidemiolog mengenai kondisi saat ini," imbuhnya.

Apalagi, kata Heroe, temuan kasus positif COVID-19 di Kota Yogyakarta saat ini karena pihaknya melakukan proses screening atau sample acak terhadap siswa.

"Kita berangkat melakukan tes acak ini dari 14 kasus aktif. 0 kasus baru positif," katanya.

Ia menambahkan, dengan hasil ini, sebenarnya untuk kebaikan. Sebab, pihaknya menjadi mengetahui kondisi real COVID-19.

"COVID-19 ini jika sudah seperti ini bukan lagi sebagai penyakit," tambahnya.



Simak Video "Pemerintah Minta Produsen Vaksin Covid-19 Penuhi Target Pengiriman"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)