ADVERTISEMENT

Selasa, 30 Nov 2021 07:42 WIB

Beda Singapura-Malaysia Saat Dunia Panik Hadapi Varian Omicron

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
A man wearing a face mask walks along an empty road in front of the Twin Towers during the first day of Full Movement Control Order (MCO) in Kuala Lumpur, Malaysia, Tuesday, June 1, 2021. Malls and most businesses in Malaysia shuttered Tuesday as the country began its second near total coronavirus lockdown to tackle a worsening pandemic that has put its healthcare system on the verge of collapse. (AP Photo/Vincent Thian) Kasus COVID-19 Malaysia. (Foto: AP/Vincent Thian)
Jakarta -

Varian Omicron (B.1.1.529) membuat panik banyak negara. Varian ini juga sudah ditemukan di beberapa negara dan petinggi dunia ramai-ramai menutup perbatasan wilayah mereka.

Tapi ada yang berbeda dengan Malaysia dan Singapura. Dua negara tetangga Indonesia ini seperti tidak resah menghadapi varian Omicron. Bahkan mereka membuka perbatasan negara setelah ditutup hampir dua tahun imbas pandemi COVID-19.

Perbatasan Malaysia-Singapura, yang merupakan salah satu tersibuk di dunia, mulai buka pada Senin (29/11/2021) waktu setempat. Kedua negara sepakat meluncurkan program VTL atau vaccinated travel lane, pelonggaran bagi orang yang divaksinasi untuk melintasi batas negara tanpa perlu karantina.

Diberitakan Reuters, pembukaan perbatasan ini memungkinkan banyak warga Singapura dan Malaysia yang terjebak untuk pulang ke negara asalnya juga kembali kumpul-kumpul dengan keluarga.


Setiap warga Singapura dan Malaysia yang telah divaksinasi Corona sepenuhnya, maupun mereka yang memiliki status permanent resident dan izin kerja, bisa melintasi ruas jalanan perbatasan sepanjang 1 kilometer yang memisahkan kedua negara tanpa harus karantina.Suasana haru terlihat di bandara Chang-i Singapura dan KLIA saat para keluarga kembali bertemu setelah terpisah hampir 2 tahun. Selain jalur pesawat, pembukaan perbatasan ini juga dilalui di jalur darat.

Disambut baik oleh masyarakat

Saat banyak negara akhirnya memutuskan untuk mengunci kembali karena khawatir varian Omicron, Malaysia dan Singapura tetap melanjutkan program VTL ini dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Banyak yang akhirnya bisa kembali reuni dengan teman dan keluarga. Namun mereka tetap khawatir pembatasan akan ditutup kembali imbas varian Omicron.

"Keluarga saya tidak tahu saya akan kembali. Saya ingin mengejutkan nenek saya terutama," kata seorang warga Malaysia yang masuk dalam kelompok pertama menumpang bis dari Singapura di skema VTL tersebut.

Simak video 'Epidemiolog: Varian Omicron Kombinasi Mutasi Varian Delta & Beta':

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Bertambah Lagi! Kini Varian Omicron Sudah Masuk Hawaii"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT