ADVERTISEMENT

Kamis, 25 Nov 2021 22:00 WIB

Hari AIDS Sedunia

Hari AIDS Sedunia 1 Desember, Ini Tema Peringatan Tahun 2021

Astika - detikHealth
Laboratory Request, Hiv Test, Hiv Positive Hari AIDS Sedunia 2021 (Foto: iStock)
Jakarta -

Hari AIDS Sedunia diperingati di berbagai negara setiap tanggal 1 Desember. Tahun ini, Hari AIDS Sedunia diperingati pada Rabu (1/12/2021).

Tujuan dari peringatan hari AIDS Sedunia adalah untuk meningkatkan kewaspadaan akan bahaya HIV-AIDS dan memastikan bahwa setiap orang memiliki akses yang sama untuk pencegahan, pengujian, pengobatan, serta perawatan penyakit ini.

Tema hari AIDS Sedunia 2021

Dikutip dari WHO, tema Hari AIDS Sedunia 2021 adalah 'Akhiri ketimpangan. Akhiri AIDS'. Fokusnya adalah menjangkau orang-orang di seluruh dunia yang masih kurang sadar akan bahaya penyakit ini.

Data dari WHO menunjukkan bahwa estimasi 36 juta orang di seluruh dunia hidup dengan HIV, 680 ribu orang meninggal akibat penyakit ini, dan 1,5 juta kasus baru di tahun 2020.

Salah satu karakteristik AIDS adalah bisa menular. Misal melalui hubungan seksual, berbagi jarum suntik.

Maka, dengan rutin memperingati Hari AIDS Sedunia harapannya dapat terus menekan jumlah kasus infeksi ini dan meningkatkan kesadaran banyak orang.

Mencegah HIV-AIDS

Dikutip dari CDC Amerika Serikat, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan guna mencegah HIV-AIDS:

  • Lindungi diri saat berhubungan seksual, misal dengan gunakan kondom.
  • Lindungi diri saat menerima obat dalam bentuk injeksi, misal dengan tidak berbagi jarum dan alat suntik.
  • Cegah penularan dari ibu ke bayi dengan cara, misal dengan jalani terapi antivirus selama hamil.
  • Jalani PrEP (pre-exposure prophylaxis) atau terapi pencegahan untuk mereka yang berisiko HIV.
  • Lakukan PEP (post-exposure prophylaxis) yakni terapi yang ditujukan jika seseorang baru saja terpapar kemungkinan infeksi ini, yakni 72 jam setelah terpapar.

Fakta-fakta penting Hari AIDS Sedunia 2021

Beberapa fakta penting terkait Hari AIDS Sedunia 2021 terangkum sebagai berikut:

  • 37.700.000 orang hidung dengan HIV di 2020
  • 680.000 orang meninggal karena penyebab terkait HIV di 2020
  • 1.500.000 kasus infeksi baru tercatat di 2020
  • 73 persen orang dengan HIV mendapat terapi antiretroviral (ART) di 2020

Gejala HIV-AIDS

Dikutip dari Mayo Clinic, infeksi akut HIV bisa memicu beberapa gejala sebagai berikut:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan nyeri sendi
  • Ruam
  • Sakit tenggorokan dan sariawan yang menyakitkan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di leher
  • Diare
  • Penurunan berat badan
  • Batuk
  • Keringat malam

Infeksi HIV butuh waktu bertahun-tahun untuk berkembang menjadi AIDS, dan tidak semua kasus HIV akan menjadi AIDS. Ketika sudah masuk fase AIDS, berbagai infeksi oportunistik bisa menyebabkan gejala sebagai berikut:

  • Berkeringat
  • Panas dingin
  • Demam berulang
  • Diare kronis
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Bintik-bintik putih terus-menerus atau lesi yang tidak biasa di lidah atau di mulut
  • Kelelahan yang terus-menerus dan tidak dapat dijelaskan
  • Kelemahan
  • Penurunan berat badan
  • Ruam kulit atau benjolan.


Simak Video "WHO Soroti Ketimpangan Perawatan HIV di Hari AIDS Sedunia"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT