Selasa, 30 Nov 2021 18:41 WIB

Round Up

Fakta Masker Katup, Disebut 'Biang Kerok' Penularan Omicron di Hong Kong

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
KN95 FPP2 Corona Virus Protection face mask on a wooden desk with a laptop computer out of focus in the background Masker katup diyakini sebagai biang kerok penularan COVID-19 varian Omicron di Hong Kong (Foto: Getty Images/iStockphoto/Javier Ruiz)
Jakarta -

COVID-19 varian Omicron B.1.1.529 saat ini tengah menyita perhatian masyarakat dunia, setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan varian tersebut sebagai variant of concern pada Jumat (26/11/2021) lalu. Di Hong Kong, penularan varian ini dikaitkan dengan masker katup, jenis masker 'egois' yang sudah sejak 2020 tak direkomendasikan organisasi kesehatan dunia WHO.

Varian Omicron diklaim memiliki risiko penularan lebih tinggi.

Diketahui varian COVID-19 B.1.1.529 tersebut pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan dan sudah menyebar ke seluruh belahan dunia. Belakangan disebutkan kasus pertama Omicron merupakan seorang warga negara Hong Kong yang terpapar lantaran memakai masker katup saat berpergian.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut sejumlah fakta mengenai masker katup:

1. Penyebab Pasien Terinfeksi

Salah seorang pasien di Hong Kong yang terinfeksi varian Omicron, diketahui tertular lantaran dirinya menggunakan masker katup saat berpergian ke Afrika Selatan. Hal ini berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan ahli mikrobilogi Yuwn Kwok.

"Masker ini agak egois... ketika udara dihembuskan melalui klep udara, tidak disaring, itu tidak baik," katanya.

2. Tidak Melindungi Diri dari Varian Omicron

Sejak tahun 2020, Badan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menghimbau agar masyarakat tidak mengenakan masker katup. Hal ini lantaran masker tersebut tidak dapat melindungi penggunanya dari virus Covid-19.

Masker katup sendiri memang didesain untuk mempermudah penggunanya bernapas. Biasanya yang menggunakannya merupakan para pekerja proyek, tidak bagi kita yang harus melindungi diri dari virus Corona varian Omicron.

3. Masker Katup Berisiko Tinggi

Menurut dokter paru RS Paru Persahabatan dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) mengatakan, penggunaan masker paru sangat berisiko terpapar virus corona varian Omicron. Untuk saat ini, masker berangkap lebih disarankan.

"Masker katup itu hembusan napas dari pemakai keluar, sehingga kalau pemakai masker katup itu sakit COVID-19, maka udara yang keluar dari masker membahayakan sekitarnya, jadi tidak disarankan," ujar dr Agus Dwi Susanto, Sp P(K).



Simak Video "Varian Omicron 5 Kali Lipat Lebih Cepat Menular Dibanding Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)