ADVERTISEMENT

Kamis, 02 Des 2021 06:54 WIB

Makin Menyebar! AS Deteksi Kasus Varian Omicron Pertama

Ayunda Septiani - detikHealth
Jakarta -

Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) AS mengumumkan varian COVID-19 Omicron telah terdeteksi di Amerika Serikat. Dalam keterangannya Rabu (1/12/2021) waktu setempat, varian yang memiliki 30 lebih mutasi itu terdeteksi di California bagian Utara.

CDC mengatakan, konfirmasi kasus merupakan seorang pelancong yang baru kembali ke San Fransisco 22 November setelah bepergian ke Afrika Selatan (Afsel) dan dinyatakan positif 29 November.

"Orang itu melakukan karantina sendiri, dan semua kontak dekat telah dihubungi dan ... sejauh ini, dinyatakan negatif," ujarnya dikutip dari laman CNBC.

"Kami merasa senang bahwa pasien ini tidak hanya memiliki gejala ringan, tetapi sebenarnya gejalanya tampak membaik," tambahnya.

Secara terpisah, Dr Grant Colfax dari Departemen Kesehatan Masyarakat San Francisco mengatakan pasien telah menerima dua dosis vaksin Moderna, tetapi belum menerima suntikan booster.

Ini merupakan contoh lain dari pentingnya tidak hanya vaksinasi, tetapi juga suntikan booster, kata Dr. Anthony Fauci, kepala Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, Rabu di konferensi pers Gedung Putih.

Meskipun vaksin saat ini tidak menargetkan varian seperti delta atau omicron, "Anda mendapatkan perlindungan limpahan bahkan terhadap varian yang tidak ditujukan secara khusus pada vaksin," katanya.

Adapun varian Omicron telah ditemukan di 23 negara di seluruh dunia, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Minggu, Fauci telah memperingatkan AS akan segera menemukan kasus, pasca terdeteksinya varian ini di Ontario, Kanada.

Awalnya Varian ini dikenal sebagai B.1.1.529. Omicron pertama kali terdeteksi di Botswana dan provinsi Gauteng Afsel, di mana Johannesburg berada.

(ayd/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT