Kamis, 02 Des 2021 10:01 WIB

Geger Boneka Seks Mirip Anak-anak di Korsel

Ayunda Septiani - detikHealth
TOKYO, JAPAN - JUNE 25:  Senji Nakajima watches TV with his Love Doll Boneka seks. (Foto ilustrasi: Taro Karibe/Getty Images)
Jakarta -

Korea Selatan (Korsel) memutuskan untuk melarang impor boneka seks yang mirip seperti anak-anak. Langkah ini pun diambil agar tidak menimbulkan persepsi anak-anak sebagai objek seksual dan akan meningkatkan bahaya potensi kejahatan seks pedofil terhadap anak di bawah umur.

"Menggunakan barang dalam kasus ini untuk tujuan yang dimaksudkan dapat menyebabkan tidak hanya menciptakan persepsi yang menyimpang dan sikap abnormal yang memperlakukan anak-anak sebagai objek seksual ... tetapi ada juga ketakutan bahwa hal itu dapat meningkatkan bahaya potensi kejahatan seks terhadap anak di bawah umur," jelas Mahkamah Agung, dikutip laman Yonhap.

Selain itu, putusan itu juga membatalkan keputusan pengadilan yang lebih rendah bahwa impor boneka seks anak harus diizinkan, seperti halnya boneka dewasa.

Pada tahun 2019 lalu, pengadilan tinggi mengizinkan impor boneka seks dewasa dengan alasan bahwa itu adalah mainan seks yang digunakan dalam kehidupan pribadi, di mana negara tidak boleh ikut campur. Pengadilan pun mengirim kasus itu kembali ke Pengadilan Tinggi Seoul untuk dipertimbangkan kembali.

Kasus ini bermula pada September 2019 lalu, ketika kantor bea cukai regional Incheon menahan impor boneka seks wanita setinggi 150 cm dan berat 17,4 kilogram. Mereka menyebutnya sebagai materi cabul yang merusak moral publik.

Namun pada tahun berikutnya, importir mengajukan gugatan yang berusaha untuk membatalkan keputusan kantor bea cukai. Importir mengutip putusan Mahkamah Agung tahun 2019 bahwa boneka seukuran manusia merupakan jenis mainan seks dan tidak cukup deskriptif untuk membahayakan martabat manusia.

Menjunjung tinggi putusan pengadilan distrik, Pengadilan Tinggi Seoul memutuskan mendukung importir dan memerintahkan kantor bea cukai Incheon untuk mengizinkan masuknya boneka seks yang mirip anak-anak tersebut.

Namun tak lama Mahkamah Agung membatalkan putusan tersebut. Mereka mengatakan bahwa boneka seks anak dapat memiliki banyak konsekuensi berbahaya seperti halnya bahan eksploitasi seksual anak.



Simak Video "Tak Hanya Covid-19, Flu Burung Juga Serang Korea Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)