ADVERTISEMENT

Kamis, 02 Des 2021 12:34 WIB

Wanti-wanti Kemenkes soal Reuni 212, Ingatkan Momen Diamuk COVID-19 Juli Lalu

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Pasukan bermotor gabungan TNI Polri membubarkan massa Reuni 212 di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (2/12/2021). Mereka berpatroli menyisir jalan Abdul Mius hingga MH Thamrin guna meminta massa 212 membubarkan diri. Wanti-wanti Kemenkes soal reuni massa 212. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Reuni 212 yang sebelumnya tidak mendapat izin dari pihak kepolisian, tetap digelar di berbagai titik di wilayah DKI Jakarta. Meski sudah diminta membubarkan diri dari lokasi, massa tetap mempertahankan diri di titik-titik tersebut.

Dirbinmas Polda Metro Jaya Kombes Badya Wijaya, saat berada di lokasi mengimbau massa segera membubarkan diri dengan menggunakan pengeras suara. Badya meminta mereka tidak berkumpul.

"Bapak ibu semua yang kami hormati, kami mohon bapak ibu sekalian tidak berkumpul di sini. Kembali ke rumah masing-masing, monggo. Sekali lagi bapak-bapak, ibu-ibu, untuk tidak berkumpul. Oke foto-foto dulu," ujar Badya di lokasi, Kamis (2/12/2021).

Badya juga menekankan saat ini situasi pandemi COVID-19 masih berlangsung.

"Situasi masih pandemi, demi kesehatan semua. Tidak ada kegiatan ya, balik ke rumah. Hati-hati dijalan," katanya.

Imbauan serupa juga diserukan oleh juru bicara Kementerian Kesehatan RI dr Nadia Tarmizi, M. Epid saat dihubungi detikhealth, Kamis (2/12/2021). Ia mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat tetap menjaga laju penularan yang kian menurun.

"Kita ingatkan kita masih dalam situasi pandemi. Laju penularan yang sudah membaik dan kondisi membaik harus tetap dipertahankan," jelas dr Nadia Tarmizi.

Lebih lanjut, ia tak lupa mengingatkan betapa mengerikannya kejadian pandemi di bulan Juli lalu. Kala itu, Tanah Air dibuat kewalahan oleh kasus COVID-19 yang sulit dikendalikan.

"Jangan sampai di kemudian hari kita menuai kembali kondisi seperti bulan Juli," tegasnya.

dr Nadia juga meminta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, tidak menimbulkan kerumunan dan selalu menjaga jarak.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT