ADVERTISEMENT

Kamis, 02 Des 2021 16:03 WIB

Ahli Ungkap Penampakan Mutasi Berbahaya Varian Omicron

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Para ahli kembali menggambarkan seberapa banyak mutasi yang ada pada varian Omicron. Mereka juga mengungkap beberapa mutasi berbahaya dari varian ini. Gambaran varian Omicron. (Foto: Twitter/ COG-UK Mutation Explorer (@COGUK_ME))
Jakarta -

Para ahli sangat khawatir tentang varian baru Corona yang baru-baru ini diidentifikasi di Afrika Selatan, yaitu varian Omicron. Mereka memperingatkan bahwa varian tersebut memiliki mutasi yang paling banyak daripada variant of concern (VoC) yang muncul sebelumnya.

Banyaknya mutasi pada varian Omicron ini ditunjukkan melalui ilustrasi dari COVID-19 Genomics UK Consortium (COG-UK). Mutasi sendiri merupakan perubahan yang terjadi pada virus yang bisa saja memberikannya kemampuan yang luar biasa, seperti menyebar lebih cepat dari versi aslinya.

Prediksi para ahli

Dengan banyaknya mutasi tersebut, memunculkan kemungkinan bahwa varian Omicron ini memiliki sejumlah keunggulan dari virus Corona versi sebelumnya. Mereka juga khawatir varian itu bisa melemahkan efikasi vaksin, meski itu belum bisa dibuktikan secara pasti.

Para ahli khawatir varian Omicron ini bisa mengurangi efektivitas vaksin sebesar 40 persen. Mereka pun membuat gambaran perbandingan yang memperlihatkan betapa banyaknya mutasi pada varian Omicron dibandingkan varian Alpha, Beta, Gamma, hingga Delta yang juga termasuk variant of concern.

Direktur COG-UK Profesor Sharon Peacock mengatakan varian Delta masih menjadi dominan di dunia dan dianggap sebagai varian versi terkuat yang pernah ada hingga saat ini. Namun, kemunculan varian Omicron bisa saja menggantikannya.

"Tetapi, bukti awal menunjukkan bahwa Omicron telah menggulingkannya di beberapa wilayah di Afrika Selatan dalam hitungan hari," kata dia yang dikutip dari The Sun, Kamis (2/12/2021).

Mutasi yang dikhawatirkan

Dari 50 atau lebih mutasi pada varian Omicron, ada 32 mutasi yang berada di spike protein disebut sebagai domain pengikat. Ini kemungkinan besar akan mengubah cara virus berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh, hingga cara virus memasuki sel manusia.

Di antara mutasi Omicron yang ada, Prof Francois Balloux dari UCL mengatakan mutasi P681H dan N679K adalah kombinasi yang sangat langka. Varian itu juga memiliki mutasi K417N DAN E484A yang ada pada varian Beta, yang disebut dapat melemahkan efikasi vaksin Corona.

"Saya pastikan varian itu tidak dapat dikenali dan dinetralkan oleh antibodi yang ditujukan untuk varian Alpha dan Beta sebelumnya. Sulit untuk memprediksi seberapa menularnya varian ini," jelasnya.

Namun, sampai saat ini belum ada penelitian yang bisa membuktikan dengan jelas bagaimana varian Omicron ini bisa mengubah kondisi pandemi Corona saat ini.



Simak Video "Jangan Euforia Dulu! Epidemiolog Minta Waspada soal BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT