Jumat, 03 Des 2021 10:04 WIB

Kasus Meningkat, Ilmuwan Afsel Ungkap Gejala Reinfeksi Varian Omicron

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di Afrika Selatan melonjak usai ditemukannya varian Omicron di negara tersebut. Vaksinasi COVID-19 pun digencarkan guna menanggulangi varian itu. Kasus reinfeksi COVID-19 varian Omicron meningkat di Afrika Selatan. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Afrika Selatan melaporkan peningkatan kasus reinfeksi COVID-19 karena varian Omicron. Mereka yang sebelumnya sudah terpapar, kembali terinfeksi Corona usai kasus B.1.1.529 Omicron terus meluas.

Varian Omicron dengan cepat menyalip varian Delta. Omicron menjadi dominan di Afrika Selatan, kasus meningkat secara dramatis.

"Infeksi sebelumnya menghasilkan antibodi yang melindungi tubuh terhadap Delta tetapi sekarang dengan Omicron tampaknya tidak demikian," kata Anne von Gottberg, ahli mikrobiologi di Institut Nasional untuk Penyakit Menular Afrika Selatan.

Bagaimana gejalanya?

"Tetapi gejala untuk pasien yang terinfeksi ulang dan mereka yang terinfeksi setelah vaksinasi tampaknya ringan," lanjut dia, dikutip dari Reuters.

Ia meyakini kasus reinfeksi ulang tak memicu gejala COVID-19 parah. Terlebih pada pasien yang sudah divaksinasi, beberapa kasus yang ditemukan di Afrika Selatan menunjukkan gejala COVID-19 varian Omicron pada pasien tersebut tergolong ringan.

Di sisi lain, Von Gottberg menyayangkan larangan perjalanan yang diberlakukan oleh banyak negara pada penumpang dari Afrika Selatan. Sebab, hal ini berdampak negatif pada logistik penelitian ilmiah terkait varian Omicron.

"Ada lebih sedikit penerbangan yang bisa dipilih untuk membawa reagen, membawa peralatan, selain mengirim spesimen dan isolat agar orang dapat mengetahui karakter varian Omicron," katanya.

Kapasitas whole genome sequencing Afrika dinilai memerlukan bantuan negara lain. Baru lebih dari 50 persen wilayah Afrika yang mampu melakukan analisis WGS tersebut, menurut WHO.

Kabar baiknya, cakupan vaksinasi di Afrika mulai meningkat. Pasokan vaksin COVID-19 untuk negara tersebut mulai berdatangan. Tingkat vaksinasi yang rendah sebelumnya dinilai pakar membantu virus terus bermutasi menjadi varian 'super'.

"Vaksin mulai mengalir ke wilayah-wilayah di Afrika dengan cara yang sangat dapat diprediksi dan stabil," kata Kepala Pusat Pengendalian Penyakit Afrika, Dr John Nkengasong.

Meski begitu ia memberi catatan tingkat kepercayaan warga Afrika terhadap vaksin masih sangat rendah.



Simak Video "Simak! 7 Gejala Awal Terpapar Varian Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)