Sabtu, 04 Des 2021 15:12 WIB

Selebgram Laura Anna Lumpuh Akibat Spinal Cord Injury, Bisakah Disembuhkan?

Atilah Tia Abelta - detikHealth
laura anna Selebgram Laura Anna menggugat mantan kekasihnya, Gaga Muhammad. (Foto: Instagram @edlnlaura)
Jakarta -

Selebgram Laura Anna mendatangi pengadilan pada Kamis, (2/12/2021), untuk menuntut mantan kekasihnya, Gaga Muhammad atas kecelakaan yang membuatnya lumpuh.

"Aku cuma minta keadilan buat diri aku, buat keluarga aku yang ngurusin aku dari pagi ke pagi dan juga buat teman-teman aku. Aku minta maaf repotin terus, aku cuma mau keadilan, semoga Allah dengar apa yang aku curhatin ke Dia. Kali ini aja aku cuma mau negakin keadilan buat diri aku #justiceforlaura," tulis Laura Anna di akun Instagramnya, Kamis (2/12).

Kecelakaan fatal yang menimpa Laura dan mantah kekasihnya terjadi pada 2019 lalu. Saat itu, Laura dan Gaga berada di satu mobil yang sama. Diketahui Gaga tengah mabuk saat mengendarai mobil yang kemudian terjadi kecelakaan hingga membuat Laura lumpuh akibat spinal cord injury.

Lantas apa yang dimaksud dengan spinal cord injury?

Dikutip dari MedicineNet, spinal cord injury adalah cedera pada bagian atas sumsum tulang belakang di leher yang dapat menyebabkan quadriplegia (kelumpuhan kedua lengan dan kedua kaki). Berbeda dari cedera pada sumsum tulang belakang yang terjadi lebih rendah, maka dapat menyebabkan paraplegia (kelumpuhan kedua kaki).

Bagaimana pengobatan spinal cord injury?

Langkah pertama dalam pengobatan spinal cord injury atau cedera tulang belakang adalah memastikan pasien bernapas dan jantung berdetak. pasalnya, Cedera sumsum tulang belakang di leher bagian atas dapat menyebabkan hilangnya kontrol pernapasan normal.

Langkah selanjutnya adalah imobilisasi. Hal ini sering terjadi saat pasien cedera sebelum dibawa ke rumah sakit. Teknisi medis darurat dapat menempatkan pasien di papan dan memasang penyangga leher untuk membantu mencegah tulang belakang bergerak. Jika pasien mengalami pergerakan tulang belakang lebih lanjut, maka dapat menyebabkan kerusakan lebih parah.

Setelah cedera tulang belakang didiagnosis, pasien dapat mulai dengan pengobatan steroid dosis tinggi. Hal Ini dapat membantu mengurangi jumlah kerusakan pada sumsum tulang belakang dengan mengurangi peradangan dan pembengkakan. Penggunaan steroid hanya bermanfaat jika dimulai dalam waktu delapan jam setelah cedera.

Selanjutnya, pasien dapat ditempatkan di alat untuk menstabilkan tulang belakang dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Banyak kasus cedera tulang belakang diobati dengan operasi dengan tujuan untuk menghilangkan tekanan pada sumsum tulang belakang dan untuk menstabilkan tulang belakang.

Apakah ada obat untuk spinal cord injury?

Hingga saat ini tidak ada obat untuk spinal cord injury atau cedera tulang belakang. Namun, banyak dokter dan ilmuwan yang mengabdikan kehidupan profesional mereka untuk tujuan ini. Ada banyak kemajuan yang menjanjikan dalam penelitian cedera tulang belakang baru-baru ini. Diharapkan kemajuan ini akan mengarah pada penyembuhan.



Simak Video "dr. Tirta Sebut Perjuangan Laura Anna Hadapi Spinal Cord Injury Berat"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)