Minggu, 05 Des 2021 14:02 WIB

Jangan Ditunda, Coba 3 Cara Ini untuk Wujudkan Impian Dapat Keturunan

Erika Dyah - detikHealth
Ilustrasi hamil 4 bulan ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio
Jakarta -

Keinginan untuk memiliki keturunan merupakan perjuangan bagi segelintir orang. Bagi para pejuang dua garis biru yang memiliki masalah fertilitas, hal ini mesti segera diupayakan melalui serangkaian program yang tepat.

Dokter Obgyn Morula IVF Ciputat, dr Ivander R. Utama, F. MAS, SpOG, M.Sc mengatakan pasangan pejuang dua garis biru mesti fokus pada fertility objective untuk dapat mewujudkan impian memiliki keturunan. Ia menjelaskan, tujuan untuk memiliki anak atau fertility objective memiliki masa kedaluwarsa sehingga tidak boleh ditunda.

"Waktu untuk fertilitas sangat terbatas. Kita akan kehabisan waktu, sel telur, kualitas sperma juga bisa semakin rusak seiring berjalannya waktu, pregnancy rate di usia tua juga semakin menurun. Komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu dan bayi serta persalinan juga meningkat semakin bertambahnya usia, jadi semakin berisiko untuk hamil di usia advance," jelas dr Ivander dalam Magical Moment: A Morula Fertility Talk Event yang diselenggarakan di Shang Ri La Jakarta, Minggu (5/12/2021).

Untuk itu, ia menjelaskan ada 3 jenis program yang dapat menjadi fokus sekaligus jalan bagi para pejuang dua garis biru untuk bisa segera memiliki momongan. Adapun masing-masing program memiliki karakteristik berbeda yang perlu dipertimbangkan oleh masing-masing pasangan.

1. Natural

dr Ivander mengatakan cara natural merupakan cara yang cukup banyak dipilih oleh para pasangan karena cost atau biayanya yang paling murah. Menurutnya, banyak pasutri yanng sebetulnya sudah tidak memenuhi kriteria, tapi masih memaksakan diri untuk mencoba cara ini.

Adapun prosedur yang harus dilalui untuk program ini memang sederhana, biasanya dengan pemberian obat penyubur untuk bantu program kehamilan para pasangan. Namun, cara ini memiliki tingkat keberhasilan kehamilan (pregnancy rate) yang paling rendah, yakni hanya 3-4% saja per masa subur sehingga memiliki kemungkinan gagal yang tinggi dan dapat memakan waktu lama.

2. Uterine Insemination (IUI)

Proses inseminasi merupakan proses perkawinan yang mempertemukan sperma dan sel telur agar dapat terjadi proses pembuahan. Metode ini disebut lebih advance dari cara natural dokter akan menggunakan teknologi khusus untuk mengantarkan sperma langsung ke leher rahim.

Menurut dr Ivander, proses ini sebaiknya dicoba 3x berturut-turut. Namun, ia menyebutkan rata-rata pasiennya sudah berhasil hamil di inseminasi kedua. Meski relatif affordable, dr Ivander mengatakan secara harga proses ini lebih mahal daripada cara natural. Akan tetapi, pregnancy rate untuk program inseminasi juga lebih tinggi, yakni mencapai 10-15x per inseminasi.

3. In Vitro Fertilization (IVF)/Bayi Tabung

Terakhir, ada program IVF atau bayi tabung dengan teknologi advance. Program ini menggunakan metode yang melibatkan penggabungan antara sel telur dan sperma untuk membentuk embrio di luar tubuh. Selama proses IVF, sel telur dibuahi dengan sperma di laboratorium, kemudian dipindahkan kembali ke rahim.

"Kalau bayi tabung itu terserah mau diulang berapa kali karena di atas bayi tabung nggak ada lagi (red. cara paling tinggi). Ini yang kita punya dan paling advance saat ini. Secara cost memang paling tinggi, tapi pregnancy ratenya juga paling tinggi," terangnya.

dr Ivander menyebutkan pregnancy rate untuk metode ini mencapai <45%-70% per siklus. Menurutnya, meski biaya yang dikeluarkan paling tinggi, cara ini juga memiliki masa tunggu menuju kehamilan yang paling singkat. Sehingga, paling disarankan untuk pasangan yang berada di penghujung usia reproduksi.

MorulaMorula Foto: Erika Dyah/detikcom

Dalam kesempatan yang sama, President Director Morula IVF Indonesia, dr. Ivan Rizal Sini, MD,FRANZCOG,GDRM,MMIS,SpOG mengungkap program IVF di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup besar. Berdasarkan data dari PERFITRI (Perhimpunan Fertilisasi In Vitro Indonesia), total siklus program IVF di Indonesia pada tahun 2021 diperkirakan mencapai 10.000 lebih cycle (program). Menurutnya, angka tersebut terbilang cukup besar jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Untuk itu, pihaknya mengadakan seminar fertility terbesar dengan tema Magical Moment kali ini. Selain menghadirkan para dokter unggulan Morula untuk berbagi pengetahuan seputar fertility, pihaknya juga mengenalkan New Facility dari Morula IVF di kesempatan ini.

Ia mengatakan program bayi tabung tak hanya mengandalakan tindakan medis dari konsultasi dokter untuk para pasangan saja.

"Kami ingin para pasien dapat menikmati proses dari program ini dengan sebaik-baiknya, maka dari itu kami berkomitmen menghadirkan sistem pelayanan berbasis holistic services yang dapat membuat pasien lebih nyaman lagi saat ke Morula untuk menjalani program," ungkap dr Ivan.

dr Ivan mengungkap pihaknya menyediakan layanan fertilitas terpadu dengan layanan terbaru, meliputi Morula Food & Wellness yang sebelumnya hanya bisa dipesan melalui online, kini hadir dan dapat dinikmati secara dine in, di restoran Cikang, Menteng. Ada pula Morula Wellness yang bekerja sama dengan resort-resort terkemuka di beberapa destinasi wisata, seperti Bali, Yogyakarta, dan Jakarta sebagai pelengkap program di Morula.

Selain itu, ada juga Klinik Fertilitas Indonesia (KFI) yang menjadi unit pendukung Morula untuk menjangkau pasien di daerah. Tercatat, hingga saat ini telah tersedia 100 klinik di penjuru Indonesia dan akan berkembang hingga 120 klinik hingga akhir 2021.

Sebagai informasi, seminar yang digelar Morula IVF hari ini dihadiri oleh lebih dari 100 pasangan peserta dari seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini dipandu oleh Host Tommy Prabowo, Moderator Mona Ratuliu, serta dimeriahkan oleh penampilan dari Penyanyi Afgan.



Simak Video "Teman Bumil Rilis Buku soal Kehamilan dan Parenting Tanpa Galau"
[Gambas:Video 20detik]
(ads/ads)