Minggu, 05 Des 2021 18:30 WIB

Ogah Divaksin COVID-19, Pria Ini Terciduk Mau Tipu Nakes Pakai Tangan Palsu

Vidya Pinandhita - detikHealth
Single prosthetic arm in light skin tone color over isolated blue background. Ilustrasi pria di Italia berniat menipu petugas vaksinasi menggunakan tangan palsu gara-gara ogah disuntik vaksin COVID-19. Foto: Getty Images/iStockphoto/Horsche
Jakarta -

Ingin punya sertifikat vaksinasi COVID-19 tanpa betulan disuntik vaksin, seorang pria di Italia berusaha menipu petugas kesehatan dengan tangan palsu. Bagaimana ceritanya?

Pria tersebut berusia sekitar 50 tahun. Ia dengan sengaja mendatangi tempat vaksinasi COVID-19 sembari menggunakan tangan palsu. Namun saat hendak disuntik, petugas kesehatan sadar warna tangannya tak realistis dan berbentuk seperti anggota badan yang terbuat dari silikon.

Petugas kesehatan yang hendak menyuntik mengaku, saat menyingsingkan lengan baju untuk menyuntikkan vaksin, ia menemukan kulit pria berusia 50 tahun tersebut dingin dan bertekstur seperti karet. Menurutnya, pigmen kulitnya pun terlihat terlalu ringan.

Sang pria sempat membujuk petugas kesehatan untuk tetap menyuntikkan vaksin COVID-19. Namun karena kecurigaan petugas, pria tersebut ketahuan berbohong kemudian dilaporkan ke polisi atas tindakan penipuan.

"(Tindakan seperti itu) tidak dapat diterima saat kita menghadapi pengorbanan yang telah dibayar seluruh komunitas kita selama pandemi. Dalam hal kehidupan manusia, biaya sosial, dan ekonomi," kata kepala pemerintah daerah Piedmont, Albert Cirio, dalam sebuah pernyataan di Facebook, dikutip dari Channel News Asia, Minggu (5/12/2021).

Aksi penipuan tersebut terjadi menjelang diberlangsungkannya pengetatan aturan penanganan COVID-19 di Italia mulai Senin lalu, khususnya bagi orang-orang yang belum divaksinasi.

Mulai Agustus 2021, warga Italia diwajibkan menunjukkan 'Green Pass' untuk bisa makan di dalam restoran, serta mengunjungi tempat-tempat umum seperti museum, bioskop, teater, atau menghadiri acara olahraga. Kartu tersebut dimiliki orang yang sudah divaksinasi atau memiliki bukti hasil tes negatif COVID-19.

Walhasil jika belum divaksin, warga Italia tetap boleh beraktivitas selama punya bukti negatif COVID-19.

Namun per 6 Desember, hanya orang-orang pemegang 'Pass Super Green'. Akses tersebut diperuntukkan orang-orang yang sudah divaksinasi atau baru saja terkena COVID-19.

Tetapi seiring naik kembalinya kasus COVID-19 Italia, mulai 6 Desember, kegiatan ini akan dibatasi untuk pemegang 'Pass Super Green', yang hanya tersedia bagi mereka yang telah divaksinasi atau baru saja terkena COVID-19.



Simak Video "Fenomena Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)