ADVERTISEMENT

Minggu, 05 Des 2021 19:26 WIB

Punya Gen 'Flu Biasa', Varian Omicron Lebih Bisa Lolos dari Sistem Imun

Vidya Pinandhita - detikHealth
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render Ilustrasi varian Omicron disebut berpotensi lolos dari sistem imun gara-gara punya gen 'flu biasa'. Foto: Getty Images/BlackJack3D
Jakarta -

Peneliti menyebut varian Omicron berpotensi memiliki potongan materi genetik dari virus lain, yakni virus penyebab flu biasa. Artinya terdapat kemungkinan, varian Omicron mampu menghindari proteksi dari sistem kekebalan tubuh layaknya 'flu biasa'.

Para peneliti menyebut, urutan (sequence) genetik ini tidak muncul dalam varian Corona sebelumnya yang disebut SARS-CoV-2. Namun, ada di di banyak virus lain termasuk penyebab flu biasa.

Pemimpin penelitian, Venky Soundararajan dari Cambridge, perusahaan analitik data yang berbasis di Massachusetts menyebut dengan memasukkan potongan khusus ke dalam dirinya sendiri, varian Omicron membuat dirinya terlihat 'lebih manusiawi'. Artinya, varian ini berpotensi menghindari serangan dari sistem kekebalan tubuh manusia.

Dengan begitu juga terdapat kemungkinan, virus menjadi lebih menular, dengan penyakit ringan atau tanpa gejala sama sekali layaknya flu biasa. Namun hingga kini, para ilmuwan belum bisa memastikan apakah varian omicron lebih menular dibanding varian Corona lainnya.

Mereka juga belum bisa menentukan apakah varian Omicron bisa menyalip varian Delta sebagai varian yang paling cepat menular. Diperlukan beberapa pekan untuk memastikan risiko-risiko tersebut.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, SARS-CoV-2 dapat tertampung di sel paru-paru dan sistem pencernaan secara bersamaan. Koinfeksi tersebut mengatur rekombinasi virus, atau proses di mana dua virus berbeda dalam satu sel inang berinteraksi dan membuat salinan diri sendiri.

Diketahui, varian Omicron pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, negara dengan tingkat HIV tertinggi di dunia. Peneliti menggarisbawahi virus tersebut bekerja melemahkan sistem kekebalan dan meningkatkan kerentanan seseorang terhadap infeksi virus flu biasa dan patogen lainnya.

"Kami mungkin melewatkan banyak generasi rekombinasi yang terjadi dari waktu ke waktu dan yang menyebabkan munculnya Omicron," kata Soundararajan dikutip dari Reuters, Minggu (5/12/2021).

Mengatasi kondisi tersebut, Soundararajan menegaskan pentingnya vaksinasi COVID-19 menggunakan vaksin-vaksin yang kini sudah tersedia.

"Anda harus memvaksinasi untuk mengurangi kemungkinan orang lain, yang kekebalannya terganggu, akan menghadapi virus SARS-CoV-2," pungkasnya.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT