Senin, 06 Des 2021 17:22 WIB

Kesenjangan Vaksinasi Dunia Disebut Picu Pandemi Masih Terus Berlanjut

Nada Zeitalini - detikHealth
Omicron adalah varian baru virus Corona. Virus ini pertama kali terdeteksi di Afrika. Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7
Jakarta -

Kemunculan COVID-19 varian omicron ternyata menambah catatan panjang pandemi COVID-19 di dunia. Hal ini menandakan pandemi belum akan berakhir di tahun 2022 mendatang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan perkiraan teranyar mengenai pandemi Covid-19 di tahun depan. WHO menyebut menyatakan pandemi akan terus berlanjut hingga tahun 2022 mendatang.

Mengutip BBC International, dr. Bruce Aylward yang merupakan salah seorang petinggi di WHO, mengatakan hal itu disebabkan oleh kesenjangan angka vaksinasi di dunia. Banyak negara maju di dunia telah menembus angka vaksinasi lebih dari 50%, sementara Afrika kurang dari 5%.

"Kami benar-benar perlu mempercepatnya atau Anda tahu? Pandemi ini akan berlangsung selama satu tahun lebih lama dari yang seharusnya," ujar Bruce, dikutip dari laman CNBC Indonesia, Senin (6/12/2021).

WHO mengungkapkan pihaknya menggunakan platform Covax untuk menyalurkan vaksin COVID-19 kepada negara berpenghasilan rendah. Namun disayangkan, platform tersebut justru ikut dimanfaatkan oleh negara maju seperti Inggris dan Kanada untuk warganya.

Angka resmi menunjukkan awal tahun ini Inggris menerima 539.370 dosis Pfizer, sementara Kanada mengambil tak sampai satu juta dosis AstraZeneca dengan platform tersebut. Padahal, angka vaksinasi kedua negara sudah cukup baik.

Varian omicron ini pertama kali ditemukan di Afrika Selatan. Lemahnya capaian vaksinasi di sana disebut menjadi pemicu mutasi virus COVID-19. Yayasan Mo Ibrahim melaporkan kondisi ini dalam sebuah laporan tentang COVID-19 di Afrika.

"Sejak awal krisis ini, Yayasan kami dan suara Afrika lainnya telah memperingatkan bahwa Afrika yang tidak divaksinasi dapat menjadi inkubator sempurna untuk berbagai varian," kata Mo Ibrahim dalam sebuah pernyataan.

"Munculnya Omicron mengingatkan kita bahwa COVID-19 tetap menjadi ancaman global, dan vaksinasi ke seluruh dunia adalah satu-satunya jalan ke depan," tambahnya.



Simak Video "Bertambah Lagi! Kini Varian Omicron Sudah Masuk Hawaii"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)