ADVERTISEMENT

Senin, 06 Des 2021 21:32 WIB

Omicron Terdeteksi di 45 Negara, RI Belum Tambah Negara yang Dilarang Masuk

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Coronavirus. COVID-19. 3D Render Foto: iStock
Jakarta -

Penyebaran virus COVID-19 varian Omicron semakin mendekat dengan Indonesia. Seperti yang diketahui, pada minggu lalu, Singapura dan Malaysia telah melaporkan kasus pertama varian baru virus tersebut.

Meski varian Omicron semakin dekat dengan Indonesia, pemerintah belum menambah jumlah negara yang dilarang masuk terkait pencegahan masuknya varian tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Airlangga Hartarto.

"Terkait dengan jumlah negara sudah 45 negara (konfirmasi kasus Omicron), pemerintah belum menambah 11 negara," ungkap Airlangga, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (6/12/2021).

Airlangga menambahkan saat ini negara dengan kasus varian Omicron tertinggi yakni Afrika Selatan, Inggris, dan Zimbabwe. Namun ia menyebutkan ada beberapa negara yang relatif rendah.

"Amerika Serikat di atas 38 (kasus), namun yang lain masih relatif lebih rendah dan negara-negara tersebut masih memonitor dan melakukan penelitian mengenai efikasi dari vaksin terhadap varian tersebut," jelasnya.

Presiden Joko Widodo, kata Airlangga, memberikan arahan mengenai karantina akan terus diberlakukan 10 hari masa karantina bagi pelaku perjalanan internasional di luar 11 negara yang dilarang masuk.



Simak Video "WHO Temukan Bukti Gejala Omicron Lebih Ringan"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT