ADVERTISEMENT

Selasa, 07 Des 2021 16:17 WIB

Mengenal Vaksin CoronaVac, Apa Bedanya dengan Sinovac? Ini Fakta-faktanya

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Scientists are done research on vaccine in laboratory with test tubes on Covid19 Coronavirus type for discover vaccine. Ilustrasi vaksin CoronaVac (Foto: Getty Images/iStockphoto/chayakorn lotongkum)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan telah menetapkan tujuh vaksin COVID-19 yang akan digunakan dalam program vaksinasi nasional guna memutus rantai penyebaran virus Corona di Indonesia. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/Menkes/12758/2020, telah ditetapkan sejumlah vaksin COVID-19 yang akan beredar di Indonesia, yakni vaksin yang diproduksi oleh PT Bio Farma, Oxford-AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Novavax, Pfizer-BioNTech, dan Sinovac.

Tak sedikit dari publik yang asing dengan vaksin CoronaVac dan merasa ragu. Sama nggak sih vaksin Sinovac dan CoronaVac?

Lantas, jenis vaksin CoronaVac ini seperti apa? Simak fakta-faktanya di sini.

Jenis vaksin CoronaVac

Dikutip dari laman BPOM, vaksin CoronaVac sebenarnya produksi vaksin asal perusahaan China, Sinovac. CoronaVac merupakan bungkus kemasan yang berisi vaksin Sinovac.

Vaksin CoronaVac sendiri sudah mendapat Persetujuan Penggunaan Darurat (EUA) dari Badan POM sejak 11 Januari lalu. Vaksin ini dikemas dalam dus berisi 40 vial (tutup oranye/jingga), di mana per vial ukurannya 2 ml dan berisi 1 dosis.

Jenis vaksin CoronaVac merupakan vaksin whole virus yang memanfaatkan virus SARS-CoV-2 nonaktif sehingga disebut inactivated virus. Lantaran sudah dinonaktifkan, virus tersebut tidak dapat menginfeksi tubuh dan dapat membentuk imun.

Sedangkan untuk rentan waktu dari dosis 1 hingga ke 2, membutuhkan waktu 28 hari. Hal ini sesuai dengan Keputusan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4638/2021 tentang Juknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19.

Efek samping vaksin CoronaVac

Dari hasil uji klinis fase 3 yang dilangsungkan di Indonesia, Turki dan Brazil selama tiga bulan pasca penyuntikan dosis kedua, vaksin CoronaVac dinyatakan aman dan tidak menyebabkan efek samping berat.

Efek samping vaksin CoronaVac adalah sebagai berikut:

Efek samping ringan:

  • nyeri
  • iritasi

Efek samping sedang

  • pembengkakan sistemik
  • nyeri otot
  • demam
  • gangguan sakit kepala.

"Efek samping tersebut tidak berbahaya dan dapat pulih kembali," jelas Kepala Badan POM, Penny K. Lukito, dikutip dari laman resmi BPOM.

Terkait efikasi jenis vaksin CoronaVac juga telah memenuhi standar WHO. Dalam uji klinis yang dilaksanakan di Bandung efikasi mencapai 65,3 persen, di Turki 91.25 presen dan di Brazil 78 persen. Data imunogenisitas atau kemampuan membentuk antibodi untuk membunuh dan menetralkan virus dari vaksin Coronavac ini juga baik.

"Jumlah subjek yang memiliki antibodi untuk melawan virus tersebut yaitu 99,74 persen setelah 14 hari penyuntikan dan 99,23 persen setelah 3 bulan," lanjut Kepala Badan POM.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT