ADVERTISEMENT

Selasa, 07 Des 2021 19:35 WIB

Omicron Sudah Ada di 45 Negara, Kemenkes Pastikan RI Belum Temukan Kasus

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Corona virus under magnifying glass. Observation made by virologists in the laboratory with microscope.  Red heart shaped coronavirus being mutated through genome modification. 3D rendering. COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/Stockcrafter)
Jakarta -

Varian Omicron sejauh ini sudah menyebar di 45 negara. Namun, Kemenkes menyebut varian tersebut belum terdeteksi di Indonesia.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hingga hari ini, Selasa (7/12/2021) varian baru COVID-19 Omicron belum terdeteksi di Indonesia.

Meski demikian, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap taat protokol kesehatan dan tetap berhati-hati dengan varian Omicron. Pasalnya, jumlah negara yang melaporkan kasus varian B.1.1.529 tersebut bertambah.

"Sudah hampir 45 negara yang melaporkan kasus tersebut, artinya sangat cepat penyebarannya," terang dr Nadia dalam konferensi pers daring melalui kanal YouTube Lawan Covid19 ID, Selasa (7/12/2021).

Lebih lanjut Nadia menuturkan, negara yang melaporkan kasus varian Omicron seperti Spanyol dan Amerika Serikat tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

"Ini menjadi perhatian untuk kita agar berhati-hati. Kita tetap melakukan pengetatan di pintu masuk negara tapi kita juga tetap berhati-hati karena kemungkinan ada varian Omicron yang terdeteksi tanpa ada riwayat perjalanan ke luar negeri," terang Nadia.

Tak hanya membatasi pintu masuk negara, Nadia juga mengingatkan, mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan menggencarkan program vaksinasi COVID-19 menjadi salah satu upaya pencegahan penularan varian Omicron.

"Kita (harus) melakukan prokes dengan baik, otomatis virus tidak dapat berkembang," ucapnya.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT