ADVERTISEMENT

Rabu, 08 Des 2021 15:59 WIB

Antibodi COVID-19 Warga RI Diklaim Tinggi, Ini Perbandingan dengan India

Ayunda Septiani - detikHealth
Pandemi COVID-19 DKI Jakarta makin hari makin terkendali. Salah satu indikatornya persentase kasus positif COVID-19 sudah berada di angka 0,9 persen. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Terkait dengan klaim warga Indonesia sudah memiliki antibodi yang tinggi melawan COVID-19. Eks petinggi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara Profesor Tjandra Yoga Aditama memberikan gambaran soal antibodi warga India saat ini.

"Salah satu analisa kenapa India dapat menjaga kasusnya tetap rendah adalah sudah cukup banyaknya penduduk yang ternyata sudah punya antibodi terhadap virus SARS CoV-2 penyebab COVID-19," jelasnya, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom Rabu (8/12/2021).

Selain itu, Prof Tjandra juga menunjukkan data akhir Oktober 2021, ada 97 persen penduduk New Delhi yang sudah memiliki antibodi dalam derajat tertentu, baik karena sudah divaksin COVID-19 maupun karena sudah tertular secara alamiah.

"Laporan seropositif 97 persen ini adalah survei ke enam yang dilakukan di New Delhi," tambahnya.

Dalam survei antibodi ke enam New Delhi ini, prof Tjandra menyebutkan, sebagian sampel akan diteliti secara lebih mendalam tentang kadar antibodi yang terbentuk sehingga dapat lebih diketahui kadar proteksi yang ada di masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim warga Indonesia sudah memiliki antibodi yang tinggi melawan COVID-19.

Tingginya antibodi warga Indonesia disebut Luhut berasal dari analisis sero-survey, tetapi Luhut tak menyebutkan persis angka yang didapat atau berapa banyak sebenarnya warga yang sudah memiliki antibodi COVID-19, baik dari vaksinasi maupun infeksi.



Simak Video "90 Persen Warga RI Punya Antibodi, Upaya Pencegahan Tetap Diterapkan"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT