Kamis, 09 Des 2021 12:46 WIB

CEO Pfizer Sebut Masih Perlu Vaksin Dosis ke-4 untuk Lawan Omicron

Jihaan Khoirunnisa - detikHealth
Brasov, Romania - February 21, 2021: Pfizer-BioNTech Covid-19 vaccine on a white background. Foto: Getty Images/carmengabriela
Jakarta -

Varian COVID-19 Omicron kini telah menjadi ancaman dunia. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Omicron telah menyebar ke 57 negara.

CEO Pfizer Albert Bourla menyoroti perlunya vaksinasi dosis ke-4 guna melawan varian COVID-19 ini. Meski menyebut tiga dosis efektif melawan jenis virus yang pertama muncul di Bostwana dan Afrika Selatan (Afsel) itu, ia mengatakan suntikan ke-4 akan diperlukan 12 bulan setelah dosis ke-3.

Hal tersebut menyusul studi awal menunjukkan antibodi pelindung yang dihasilkan vaksin yang dikembangkan perusahaannya bersama BioNTech dapat dirusak Omicron 41 kali bila hanya disuntikkan dua dosis. Dosis ke-3, ujar dia, efektif berdasarkan salinan yang dibuat laboratorium. Namun masih banyak data dibutuhkan untuk keakuratannya di dunia nyata.

"Ketika kita melihat data dunia nyata, akan menentukan apakah Omicron tercakup dengan baik oleh dosis ke-3 dan untuk berapa lama. Dan poin kedua, saya pikir kita akan membutuhkan dosis ke-4," ujar Albert kepada "Squawk Box" CNBC International, dikutip Kamis (9/12/2021).

Selain itu, menurutnya pil antivirus oral Pfizer, Paxlovid, akan membantu mencegah rawat inap dan mengendalikan COVID-19. Dia menyebut pihaknya telah mengajukan izin darurat ke Badan POM AS (FDA) pada November 2021 dan akan mendapatkan hasil lengkap dalam beberapa hari.

Albert berharap pil tersebut bisa membantu mengurangi hingga 89% rawat inap dan kematian seperti yang terjadi pada data sementara riset perusahaan. Ia juga yakin pil bisa membantu melawan Omicron. Hal ini karena pil menargetkan bagian lain dari virus, enzim yang digunakan untuk replikasi, yang tidak rentan terhadap mutasi.

Diketahui, Omicron telah masuk ke dalam daftar 'variant of concern' WHO yang perlu diwaspadai. Ada total 50 lebih negara yang sudah kemasukan Omicron, termasuk tetangga RI, Malaysia, Singapura, Thailand dan Australia.



Simak Video "Sputnik V-Pfizer Bicara soal Efektif Vaksinnya Lawan Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/up)