ADVERTISEMENT

Kamis, 09 Des 2021 15:03 WIB

4 Fakta LSD, Narkoba Berbahaya yang Dikonsumsi Jeff Smith

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Jeff Smith Foto: Dok. Instagram/mr.jeffsmith
Jakarta -

Baru bebas 3 bulan setelah penangkapan pertamanya, Jeff Smith kembali diringkus pihak Polda Metro Jaya atas penggunaan narkoba. Ia ditangkap di kediamannya pada Rabu (8/12/2021).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengatakan, Jeff Smith menggunakan narkoba jenis baru yang dikenal dengan LSD (Lysergic acid diethylamide).

"Yang bersangkutan ini menggunakan narkotika jenis LSD. Yang diamankan ada dua, yang digunakan, kemudian pas dia makan sedang menggunakan tersisa 2," lanjut Kombes Zulpan.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut fakta-fakta mengenai LSD:

1. Ditemukan oleh Albert Hofmann pada 1938

Albert Hofmann (11 Januari 1906 - 29 April 2008) adalah seorang ahli kimia asal Swiss yang pertama mensintesis senyawa lysergic acid diethylamide (LSD) pada 1938. Namun, Hofmann tidak menemukan efek psychopharmacological darinya sampai lima tahun kemudian, saat dia secara tidak sengaja menelan senyawa tersebut.

Dia kemudian mengkonsumsi senyawa yang membawa rasa senang itu beratus-ratus kali. Meski demikian, dia tetap menganggapnya sebagai psikotropika yang kuat dan berpotensi bahaya. Penggunaannya harus bertanggung jawab.

Hofmann kemudian dikenal dengan Bapak LSD.

2. LSD dikategorikan sebagai psikotropika oleh PBB

Pada 1971, The United Nations Convention on Psychotropic Substances mengkategorikan LSD sebagai psikotropika.

Hukum Indonesia juga mengkategorikan LSD sebagai psikotropika yakni suatu zat atau obat, baik alamiah ataupun sintetis bukan narkotika, yang berefek psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan aktivitas mental dan perilaku.

Di Indonesia, LSD dikategorikan sebagai psikotropika golongan I.

3. Menimbulkan disorientasi dan perasaan panik

Efek penggunaan LSD memang luar biasa, seperti merasa tenang dan mendorong perasaan nyaman. Sering kali ada perubahan pada persepsi pada penglihatan, suara, penciuman, perasaan dan tempat.

Efek negatif LSD termasuk hilangnya kendali emosi, disorientasi, depresi, kepeningan, perasaan panik akut dan perasaan tak terkalahkan yang dapat mengakibatkan pengguna menempatkan diri pada kondisi berbahaya.

Efek LSD normalnya 6-12 jam setelah penggunaan, tergantung pada dosis, toleransi, berat badan dan umur.

4. Bentuk LSD

LSD merupakan cairan tawar tak berwarna dan tak berbau. Bentuknya yang cair tersebut, mudah untuk diserap pada zat apa saja seperti kertas penghisap, gula blok, tablet, dan kapsul.

Namun, bentuk LSD yang paling populer yakni kertas pengisap yang berbentuk kotak persegi dan dipakai dengan cara ditelan.



Simak Video "Thailand Bakal Legalkan Warganya Tanam Ganja di Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT